Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.1%

19.7%

8.1%

68.1%

Sarana Situ Buaya Putih Banjar Rusak, BBWS Panggil Pihak Ketiga

119
0
PAPARKAN. Pasi Intel Raider 323/Buaya Putih Lettu Inf Muhammad Fikri ST. Han (kanan) memaparkan kondisi Situ Buaya Putih kepada pihak BBWS di kantor BBWS Citanduy Senin (11/5). Cecep herdi / radar tasikmalaya
PAPARKAN. Pasi Intel Raider 323/Buaya Putih Lettu Inf Muhammad Fikri ST. Han (kanan) memaparkan kondisi Situ Buaya Putih kepada pihak BBWS di kantor BBWS Citanduy Senin (11/5). Cecep herdi / radar tasikmalaya

BANJAR – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Danau Situ dan Embung Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy Aditya Heri akan memanggil pihak ketiga terkait kerusakan beberapa sarana di Situ Buaya Putih.

“Akan kita panggil direkturnya. Kami akan meminta kerusakan sarana di Situ Buaya Putih diperbaiki sepenuhnya dan saat serah terima nanti, kondisinya laik,” kata Aditya Heri di ruang kerjanya didampingi mantan PPK Danau Situ dan Embung BBWS Citanduy Hendra Utama Senin (11/5).

Pihaknya akan bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi karena erosi tanah dan kurangnya pengawasan sehingga bangunan taman dan jogging track dipenuhi rumput liar.

Hendra Utama, yang kini menjabat sebagai PPK Bendungan di BBWS Citanduy mengatakan Yonif Raider 323/BP diminta bersabar karena pekerjaan masih dalam masa perbaikan.

“Kita dari BBWS akan bertanggung jawab dan akan memperbaiki kerusakan itu. Kan masih dalam masa pemeliharaan, kita juga tidak mau memberikan bantuan barang jelek atau pembangunan yang jelek, barang reject. Saat serah terima nanti kami akan bertanggung jawab, pembangunan itu enak dilihat cantik dipandang layak diserahkan,” ungkapnya.

Baca juga : Tukang Becak, Ojek & Sopir Angkot dapat Rp600 Ribu/Bulan dari Polres Kota Banjar

Kata dia, keinginan BBWS dan Yonif Raider 323/BP sama, hasil pembangunannya baik. Hal itu juga sebelumnya sudah ia utarakan dengan Danyonif Raider 323/BP Kostrad Mayor Inf Afriandy Bayu Laksono SSos, MIPol.

“Dua minggu sebelum serah terima itu ada pemeriksaan, ada kekurangan apa dari pihak Raider, nanti akan dilengkapi. Perbaikan terus berlanjut, ada permasalahan ada kerusakan kita perbaiki terus. Kendalanya berdasarkan dari kontraktor saja, pihak ketiga harus tetap bertanggung jawab,” katanya.

Ia menegaskan revitalisasi Situ Buaya Putih dianggarkan sekitar Rp 1,6 miliar. Pembangunannya dimulai Juni 2019 dan berakhir Desember 2019. Kini sarana pemanfaatan situ tersebut masih dalam proses pemeliharaan pihak ketiga hingga 30 Juni 2020.

“Seminggu dua minggu bahkan seminggu sekali kita ada perbaikan, semua berjalan lancar. Dari pihak pelaksana juga kooperatif untuk memperbaiki. Kemudian ada komplain soal rumput, memang rumput itu belum ditanam karena masih dalam pemeliharaan. Saya berbicara ini karena sebelumnya saya PPK-nya, jadi saya belum mau lepas tanggung jawab,” kata Hendra.

Terkait kerusakan, pihak Yonif Raider 323/BP mengaku sulit berkoordinasi dengan pihak ketiga. Pihaknya ingin menyampaikan kerusakan pembangunan yang didanai dari uang rakyat itu supaya tidak terulang lagi.

“Pihak ketiganya ini memang sulit dan tidak mau kooperatif dengan kami. Saya sendiri dipercaya oleh komandan saya untuk mengawasi pembangunan itu, supaya tidak melenceng dari rencana awal dan tentunya supaya semuanya sesuai harapan, karena lokasi itu nantinya akan dimanfaatkan untuk fasilitas edukasi bagi masyarakat. Sekarang mau dijadikan fasilitas bagi masyarakat gimana kalau kondisinya saja sering rusak dan tidak terurus, padahal masih masa pemeliharaan,” ungkap Danyonif Raider 323/BP Kostrad Mayor Inf Afriandy Bayu Laksono SSos, MIPol melalui Pasi Intel Raider 323/Buaya Putih Lettu Inf Muhammad Fikri ST.Han.

Fikri juga mengkritisi kinerja POK yang seolah lengah dalam pengawasannya.

“Saya cuma meminta tanggung jawab BBWS yang memiliki kewenangan untuk mengawasi. Uang bukan uang saya atau uang batalyon. Uang APBN melalui BBWS dikeluarkan untuk proyek tersebut. Jadi kalau proyek itu tidak sesuai harapan, seharusnya yang komplain dan merasa berdosa adalah BBWS. Bukan kami. Kami hanya penerima, cuma kami tidak mau terima hasil pembangunan yang tidak bagus. Karena kami tahu harusnya barang itu bagus. Apalagi uang yang dipakai itu uang negara, uang rakyat,” tegasnya.

Sebelumnya, Direktur CV Mahkota Alam Jaya Erwin (pelaksana proyek) saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon tidak menampik adanya kerusakan yang terjadi. Bahkan dia mengaku akan secepatnya mempekerjakan tukang untuk memperbaiki sarana yang rusak tersebut.

“Secepatnya akan saya koordinasi lagi, nanti kita cek kerusakan dan kita perbaiki,” ujarnya. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.