Saroja Buatan Ciamis Diminati & Tembus Pasar Nasional

39
0
istimewa. PRODUKSI. Karyawan olahan makanan ringan milik Isur Sarmini sedang produksi saroja berbagai varian di Dusun Jetak Kecamatan Rancah, Minggu (7/2/2021).
istimewa. PRODUKSI. Karyawan olahan makanan ringan milik Isur Sarmini sedang produksi saroja berbagai varian di Dusun Jetak Kecamatan Rancah, Minggu (7/2/2021).
Loading...

CIAMIS – Kabupaten Ciamis memiliki banyak potensi yang sudah dikenal luas. Selain pariwisata, Ciamis pun terkenal dengan aneka makanan ringan yang khas untuk dijadikan oleh-oleh. Berbagai jenis makanan itu pun banyak diminati karena rasanya yang enak dan namanya unik.

Saat ini, makanan ringan yang cukup ramai dan banyak diminati adalah saroja. Dengan kreativitas pelaku usaha diciptakan saroja mini manis yang disebut sarmini. Bila ada yang tidak suka manis, mereka pun membuat saroja mini lada atau pedas yang disebut sarmila.

Isur Surniah (60), pembuat saroja berbagai jenis asal Dusun Jetak Desa Cisontrol Kecamatan Rancah Kaubupaten Ciamis mengatakan sudah memulai usahanya ini sejak 1987. Dari awal memang yang diproduksi adalah saroja, kemudian terus dikembangkan untuk menjadi daya tarik.

“Makanya saya buat saroja manis dan pedas atau lada,” ujarnya kepada Radar, Minggu (7/2/2021).

“Pengembangan jenis saroja ini dimulai ketika anak saya mengikuti pelatihan pada 2015 lalu. Hasil pelatihan ini muncul berbagai macam ide untuk membuat varian saroja dan kemudian dicoba akhirnya cukup menjanjikan serta banyak diminati,” katanya, menambahkan.

loading...

Baca juga : Istri Kerja, Suami Cabuli Bocah SD di Panumbangan Ciamis

Kata dia, pada dasarnya membuat saroja mini dan biasa sama saja, hanya beda ukuran cetakan saja. Kemudian tinggal menambahkan varian rasa, manis dan pedas tergantung permintaan.

“Untuk saroja manis, rasanya banyak seperti coklat, stroberi, pisang, jeruk, melin, durian dan lainnya. Kalau yang pedas ada rasa pecel, seblak, cabai hijau, ketumbar pedas dan lainnya,” ujarnya, menjelaskan.

Harga yang dijualnya pun cukup terjangkau. Pembeli hanya perlu mengeluarkan uang Rp 12.000 untuk satu bungkusnya. “Inysyaallah harganya terjangkau dan bahkan murah, apalagi harganya enak untuk cemilan,” kata dia.

Sejauh ini, kata dia, pemasarannya sudah ke berbagai daerah dengan bantuan anak-anaknya. Kemudian, karyawan sampai saat ini ada 28 orang. “Kalau dijualnya baru ke Bandung, Subang, Tasikmalaya, Kuningan, Jakarta dan daerah lainnya serta pemasaran secara online,” ujarnya, menjelaskan.

Tak hanya saroja, Isur pun memproduksi makanan ringan lainnya seperti kripik pisang, singkong, talas dan wajit. Termasuk membuat juga sambal dari bawang merah. “Kami tidak hanya membuat satu makan saja, tapi berbagai macam. Sehingga banyak pilihan dan rasanya terjamin,” kata dia.

Kata dia, diharapkan usaha ekonomi kreatif yang selama ini digelutinya sekarang bisa terus maju dan berkembang. Tentunya bisa memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga khususnya dan masyarakat pada umumnya.

“Saya harap semoga semakin maju terus dan berkembang serta ada penerus oleh anak, tentunya berkah untuk semyanya,” harapnya. (isr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.