Satgas Pangan Pelototi Dugaan Kasus Makanan Kedaluwarsa

33
0
Kompol Drs Ade Najmulloh Ketua Tim Saber Pungli Kota Banjar
Kompol Drs Ade Najmulloh Ketua Tim Saber Pungli Kota Banjar

BANJAR – Ketua Tim Satgas Pangan Kota Banjar Kompol Ade Najmulloh angkat bicara soal paket bantuan makanan kepada korban bencana alam di Kecamatan Langensari. Pihaknya menyilakan untuk melapor apabila ada korban akibat mengonsumsi makanan kedaluwarsa itu.

“Kalau ada korban akibat dari mengonsumsi makanan yang kedaluwarsa itu, maka siapapun yang terlibat akan ditegakkan hukum. Silakan warga masyarakat yang mengetahui ada korban atau menderita sebagai korban untuk segera melapor kepada Satgas Pangan Kota Banjar atau langsung ke Polres Banjar,” tegas Ade Kamis (19/12).

Pihaknya tak mau kecolongan lagi. Ia akan menindak tegas pihak yang terbukti lalai dan mengakibatkan adanya korban. Sebab, kejadian itu tak lama setelah tim Satgas Pangan Kota Banjar menggelar sidak ke pasar tradisional dan modern.

Salah satu target sidak adalah mengecek apakah ada makanan atau minuman yang dijual pedagang dengan kondisi kedaluwarsa. Sementara instansi terkait justru teledor dengan memberikan bantuan paket makanan yang sudah tidak layak konsumsi.

“Silakan untuk melapor kalau ada korban dari makanan kadaluarsa itu,” ujarnya kembali menegaskan.


Petugas dari Loka POM Tasikmalaya Andi Hakim saat diwawancara via WhatsApp mengatakan makanan kedaluwarsa bahaya jika dikonsumsi manusia. Sebab pangan kedaluwarsa bisa jadi mutunya turun dan tidak bisa dijamin keamanannya.

“Diharapkan untuk masyarakat selalu cek kemasan, label, izin edar dan kedaluwarsa,” kata Andi.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas KUKMP dan Industri Kota Banjar Mamat Rahmat memiliki kewenangan untuk mengawasi peredaran makanan terlebih yang diperjualbelikan.

“Untuk paket makanan yang sifatnya bantuan sosial juga bisa diawasi, tapi kan harus ada koordinasi dari Dinas Sosial-nya. Karena kita tidak tau kalau tidak ada pemberitahuan dari sana (Dinsos) apakah ada paket makanan seperti itu dari Kemensos,” kata dia.

Sebelumnya Dinas Sosial sudah meminta maaf kepada korban dan sudah menarik bantuan tersebut. “Sudah ditarik lagi dan diklarifikasi ke Kemensos,” ujar Wakil Wali Kota Banjar Nana Suryana. (cep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.