Satgas Pangan Tak Temukan Cacing Pita

261
0
MEMERIKSA. Satgas pangan Kabupaten Tasikmalaya memeriksa makanan kaleng olahan ikan laut, Kamis (5/4). Tim tidak menemukan cacing pita dalam makanan kaleng tersebut.
Loading...

SINGAPARNA – Satuan tugas (Satgas) Pangan yang terdiri dari Polres, Dinas Kesehatan dan Disperindag Kabupaten Tasikmalaya menemukan makanan kaleng olahan ikan laut yang sudah dilarang edar oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dengan merek Mackerel.

Satgas membuka isinya untuk memastikan apakah mengandung cacing pita atau tidak, sayangnya tak ditemukan cacing pita dalam makanan kaleng tersebut. Selain menemukan merek makanan kaleng yang sudah dilarang edar, tim juga mendapati makanan kaleng dengan kemasan rusak masih dijual.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Pribadi Atma SPd MH mengatakan sidak ini menindaklanjuti surat edaran BPOM mengenai makanan kaleng yang mengandung cacing pita. “Ini untuk membuktikan kepada masyarakat, bahwa makanan yang mereka konsumsi aman,” katanya kepada wartawan, Kamis (5/4).

Berdasarkan surat edaran BPOM, ada 27 merek makanan kaleng yang tidak layak dikonsumsi. Guna memastikan apakah 27 merek tersebut beredar di Tasikmalaya atau tidak, tim melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke mini market dan pasar.

“Alhamulillah tidak ditemukan 27 merk yang dilarang edar BPOM, walaupun kita temukan satu merek, tapi bukan termasuk yang dilarang dengan dibuktikan tidak ditemukan cacing pita,” katanya.

loading...

Sementara itu Kepala Seksi Keparmasian Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya Agus A H mengatakan fokus kali ini kepada makanan kaleng olahan ikan laut merek Mackerel karena berdasarakan surat edaran BPOM.

Akan tetapi sejauh ini belum ditemukan makanan yang dimaksud mengandung cacing pita. “Tadi tidak ditemukan cacing pita, hanya saja ada satu kemasan rusak dan kita sudah menyarankan untuk tidak dijual,” ujarnya.

Kasi Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tasikmalaya Budi Rahmat menjelaskan untuk 27 produk makanan kaleng yang dilarang edar BPOM memang sudah dilakukan penarikan.

Namun tidak menutup kemungkinan masih banyak yang beredar, oleh karena itu sidak ini memastikan tidak ada lagi peredaran barang tersebut. “Kita memastikan bahwa produk tersebut tidak lagi beredar di masyarakat,” tandasnya. (ujg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.