Satgas Pataruman Kota Tasik Minta Penjemputan Pasien Covid-19 Jangan Seperti Teroris

4303
0
AUDIENSI. Satgas Covid-19 Pataruman saat beraudiensi dengan Dinas Kesehatan dan Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya, Selasa (2/6). Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya

TASIK – Satgas Covid-19 Pataruman mempertanyakan prosedur penjemputan paksa warganya yang diduga terinfeksi Covid-19 beberapa waktu lalu. Untuk itu, mereka melakukan audiensi dengan Komisi IV DPRD dan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, kemarin (2/6).

Perwakilan Satgas Covid-19 Pataruman Herdi Mulyana mengaku datang ke DPRD untuk menanyakan terkait prosedur penjemputan paksa pasien Covid-19.

Baca juga : Bronis MAN 2 Tasik Berikan Tambahan Pengetahuan untuk Siswa Baru

”Kejadian penjemputan pasien yang di jalan rumah sakit itu, seolah-olah ada penangkapan teroris dan lain-lain, jadi perlu ada perbaikan dalam penjemputan pasien,” ungkapnya kepada Radar, Selasa (2/6).

Menurut dia, saat penjemputan paksa tersebut juga sempat terjadi kericuhan dan salah paham antar warga. ”Ke depan perlu ada komunikasi yang baik terlebih dahulu, jangan sampai malah menimbulkan kericuhan,” jelasnya.

Apalagi, menurut dia, kehebohan penjemputan itu sampai ter-blow-up ke media massa. Jelas hal itu membuat resah warga sekitar.

”Mudah-mudahan jangan sampai terulang kembali hal itu,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya memberikan masukan kepada komisi IV terkait pemberian bantuan sosial yang tidak merata, saat pemberlakuan PSBB. ”Databasenya harus diperbaiki lagi, karena masih ada yang berhak, tapi tidak dapat. Mudah-mudahan ini jadi perhatian khusus untuk para anggota dewan,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr Uus Supangat mengatakan sudah menyampaikan kronologis penjemputan pasien kala itu.

”Jadi masyarakat bukan keberatan sih, tapi mereka menginginkan ada perbaikan penjemputan pasien saja. Kita ini punya prosedur dan standar dalam penjemputan pasien Covid-19,”jelasnya.

Dalam kesempatan itu, ia meminta kepada masyarakat Kota Tasikmalaya untuk tidak menumbuhkan stigma negatif terhadap pasien Covid-19.

Baca juga : AKB, Polisi Jaga Ketat Kerumunan di Pusat dan Perbatasan Kota Tasik

”Karena jadi pasien positif itu bukan aib, jangan sampai ada stigma negatif terhadap penderita,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Dede Muharam meminta kepada Dinas Kesehatan untuk memperhatikan atensi dari masyarakat tersebut. ”Kalau memang harus ada yang diperbaiki ya harus, supaya penanganannya jadi lebih baik lagi,” singkatnya. (den)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.