Satpam bjb Syariah Bantarkalong Tasik Dibacok karena Dituding Selingkuh dengan Istri Pelaku

11047
0

KABUPATEN TASIK – Kasus pembacokan Satpam bjb Syariah di Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (4/1) malam lalu, akhirnya menemui titik terang.

Satreskrim Polres Tasikmalaya berhasil mengungkapnya, Selasa (7/1) siang.

Kasatreskrim Polres Tasikmalaya, AKP Siswo de Cuellar mengatakan, lokasi kejadian ini di halaman Kantor bjb Syariah Bantarkalong, Kampung Simpangsari, Desa Simpang, Kecamatan Bantarkalong, sekitar puk 19.30 WIB.

Terang dia, korbannya adalah Yudi Kuswandi, warga Kampung Culamega, RT 01, RW 02, Desa Bojongsari, Kecamatan Culamega.

Tersangkannya adalah, Moch Fanji (31), Kampung Citeureup, RT 024, RW 005, Desa Simpang, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya.

“Dalam kasus ini kita amankan barang bukti sebuah golok yang terbuat dari besi bergagang plastik pipa warna hitam dan rekaman CCTV kejadian penganiayaan,” terang Siswo kepada wartawan.

Beber dia, kasus ini bermula ketika tersangka datang ke lokasi bjb Syariah setelah melihat foto dan percakapan istrinya, Lusi Puspita Sari dengan korban.

“Jadi pelaku melihat percakapan istrinya dengan korban di ponsel istrinya. Sehingga memicu emosi tersangka, dan langsung menanyakan kenapa ada foto serta percakapan tersebut. Selanjutnya tersangka ke dapur mengambil sebuah golok dan langsung menuju ke bjb Syariah Bantarkalong untuk menemui korban yang sedang tugas jaga,” tuturnya.

Kemudian, tambah Kasatreskrim, pelaku sempat menanyakan kepada korban perihal perselingkuhannya dengan istrinya.

“Lalu tanpa ba bi bu.. tersangka langsung mengeluarkan sebuah golok dan korban sempat lari. Namun dikejar pelaku dan langsung kepala korban dibacok,” tambahnya.

Setelah dibacok, korban berusaha menyelamatkan diri dengan cara keluar dari Bank bjb Syariah Bantarkalong dan tersangka pun kembali ke rumahnya yang berada di seberang jalan Bjb Syariah yang berjarak sekitar 20 meter.

“Pelaku terancam pasal 351 ayat (1) KUH Pidana. Diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan. Jika menyebabkan luka berat maka dihukum selama-lamanya lima tahun penjara,” tukasnya.

(rezza rizaldi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.