Satu Balita di Kota Tasik Positif Covid-19

3448
0
WAJIB BERMASKER. Spanduk bergambar Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Anom Karibianto SIK terpasang di Jalan HZ Mustofa Minggu (12/4). Dia mengimbau masyarakat memakai masker ketika berada di luar rumah. rangga jatnika / radar tasikmalaya

TASIK – Dari 11 pasien positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya, salah satunya merupakan balita. Dia terkonfirmasi positif Covid-19 setelah tertular dari ibunya, usai bepergian dari luar daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr Uus Supangat menyebutkan dari 11 orang yang terkonfirmasi positif di Kota Tasikmalaya. Satu diantaranya adalah balita dan satu remaja. Balita tersebut tertular dari ibunya yang datang dari zona merah (Bandung). “Ada dari salah satu klaster, yang menularkan ke anaknya masih balita,” ungkapnya kepada Radar, Minggu (12/4).

Baca juga : Perawat Positif Corona Sembuh dan Pulang Disambut Warga Mangkubumi Tasik Sebagai Pahlawan Kemanusiaan

Menurut Uus, lingkungan keluarga paling rentan terjadi penularan. Dengan interaksi yang intensif, bisa membuat penularan semakin mudah terjadi. “Apalagi ibu ke balita yang masih kecil, suka dipeluk dan dicium,” tuturnya.

Saat ini, ibu dan balita tersebut masih diisolasi di salah satu rumah sakit. Mereka disatukan dalam satu ruangan isolasi karena menjaga psikologis anak. “Susah kalau dipisah, Alhamdulillah sekarang kondisinya membaik mudah-mudahan bisa secepatnya dipulangkan,” tuturnya.

Tren kasus ODP, PDP dan Positif Covid-19 masih terus mengalami penambahan di Kota Tasikmalaya. Hal itu, kata Uus, akibat arus perantau yang pulang dari zona merah terus berdatangan. “Tapi kita upayakan supaya yang datang dari zona merah bisa terdata,” tuturnya.Sejauh ini, tambah Uus, penambahan pasien positif baru pada mereka yang datang dari luar daerah, terkecuali yang pasien balita. Dari hasil tracking kepada orang-orang yang sempat kontak, pihaknya belum menemukan ada penularan masif di dalam Kota Tasikmalaya. “Hasil rapid tes pun mayoritas negatif, hanya beberapa saja yang positif,” tuturnya.

Untuk itu, kata Uus, peran serta masyarakat sangat diperlukan dengan tidak menolak warga yang pulang merantau. Sebab secara prinsip otomatis warga tersebut berstatus ODP. “Supaya Gugus Tugas bisa dengan mudah melakukan pemantauan. Kalau ditolak warga, kita khawatir dia mencari tempat baru dan kita tidak bisa pantau,” tuturnya.

Sementara itu, untuk ketersediaan tenaga medis, Uus menambahkan sejauh ini masih stabil. Pihaknya selalu memperhatikan kondisi APD bagi perawat yang berjaga di ruang isolasi. “Petugas medis kita prioritaskan menjalani rapid test, Alhamdulillah semuanya negatif,” terangnya.

Terpisah, Ketua 2 PMII Kota Tasikmalaya Asep Kustiana mendukung pemerintah dalam membangun kesadaran masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Diantaranya dengan menggalakkan memakai masker

dan menghindari kerumunan massa. “Kita dorong masyarakat untuk tetap di rumah, kecuali memang ada hal yang mendesak,” ujarnya.

Baca juga : Mabuk & Ugal-ugalan, Taksi Online Dirusak & Dibakar Warga Sariwangi Tasik, 6 Penumpangnya..

Akan tetapi, dia melihat apa yang dilakukan pemerintah seakan kontradiktif dengan imbauan yang dilakukan. Hal itu ketika Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya membagikan masker di pasar. “Karena kita lihat pedagang dan pengunjung pasar berdesakan mengambil masker yang diberikan,” katanya.

Menurutnya, akan lebih elok jika pemberian masker dilakukan secara estafet kepada pengelola pasar. Supaya masker bisa diberikan kepada pengunjung dan pedagang secara langsung ke kios. “Kita kan harus mencegah kerumunan orang, jadi lebih baik pemberian masker jangan dilakukan secara massal dan terpusat,” pungkasnya. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.