Satu Desa Dikarantina Tiga Warga Garut Dinyatakan Positif Virus Corona

2251
0
Diskominfo untuk Rakyat Garut SERAHKAN. Wakil Bupati Garut menyerahkan bantuan kepada tim gugus tugas Kecamatan Selaawi.

GARUT – Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Garut bertambah tiga orang jelang pemberlakuan new normal.

Kini kasus konfirmasi plus atau positif totalnya menjadi 16 orang. Dari total tersebut, delapan orang dinyatakan sembuh, dua meninggal dunia dan sisanya masih dalam perawatan.

Baca juga : Jelang New Normal, Tiga Warga Selaawi Garut Positif Covid-19

Wakil Bupati Bupati Garut dr Helmi Budiman mengatakan tiga orang yang dinyatakan poisitif merupakan warga Desa Samida Kecamatan Selaawi. Ketiganya tertular dari transmisi lokal KC-13.

“Dengan adanya penambahan ini, maka total warga di Selaawi yang terinfeksi Covid-19 menjadi lima orang,” terangnya kepada wartawan Jumat (29/5).
Dengan kondisi itu, Kecamataan Selaawi diputuskan untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Selain itu, Desa Samida akan dilakukan karantina.

“Rencananya satu desa itu (karantina lokal). Nanti mitigasi di lapangan untuk melihat kondisi desa itu,” katanya.

Helmi menerangkan hasil pengecekan lapangan, tim Gugus Tugas Kecamatan Selaawi sudah memastikan mulai hari ini, Desa Samida akan dikarantina. Karantina direncanakan selama 14 hari hingga wilayah tersebut dinyatakan bersih.

“Di Samida ini, tingkat reproduksi (virus) cukup tinggi. ODP, PDP juga tinggi. Kami juga memustuskan untuk menerapkan PSBB lokal di Selaawi,” ucapnya.

Pihaknya memutuskan mengkarantina Desa Samida karena kasus Covid-19 paling tinggi. Untuk di satu dusun saja, warganya ada yang ODP, PDP dan positif. “Dari hasil tracking di satu dusun itu ada 560 KK. Ini pastikan dikarantina total. Untuk dusun lain, kita masih tracking,” terangnya.

Untuk pelaksanaan PSBB di Selaawi, Helmi menyebut akan membatasi pergerakan orang pada malam hari.

Pasalnya di malam hari, virus lebih berpotensi berkembang biak lebih cepat ketimbang siang hari. “Aktivitas apapun, ketika PSBB akan dibatasi. Terutama aktivitas pada malam hari. Malam tidak boleh ada yang keluar,” ucapnya.

Baca juga : Objek Wisata di Garut Bisa Beroperasi Kembali

Ia juga menginstruksikan agar berbagai kegiatan mulai kembali dibatasi. “Kalau malam hari virus itu kuat karena tidak terkena sinar matahari. Sementara daya tahan tubuh kita lemah,” ujarnya.

Camat Selaawi Ridwan Effendi mengaku akan memperketat pos utama penjagaan di kecamatan. Selain itu pihaknya akan meningkatkan sosialisasi terhadap masyarakat terkait prosedur kesehatan. “Kita juga akan memperketat pos-pos penjagaan menuju Desa Samida untuk memutus jalur penyebaran Covid-19,” paparnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.