Satu Keluarga Korban Meninggal Rp 15 Juta

15

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

Isak tangis mewarnai proses pemberian santunan yang disaksikan puluhan korban banjir bandang dan longsor di Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya Jumat (9/11). Mereka tidak menyangka bencana yang terjadi Selasa (6/11) lalu merenggut anggota keluarganya.

Santunan diserahkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI, yang diserahkan Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat di Posko Bojongsari, Kecamatan Culamega.

Harry menjelaskan penyaluran bantuan logistik untuk korban bencana di Tasikmalaya ini senilai hampir Rp 1 miliar. Sedangkan santunan untuk ahli waris enam korban tewas masing-masing mendapat Rp 15 juta. “Total bantuan sekitar Rp 962.500.000 terdiri dari bantuan logistik dan santuan ahli waris,” ujarnya kepada wartawan usai memberi santunan kemarin.

Dia menambahkan dalam penanganan bencana banjir bandang ini, pihaknya fokus kepada tanggap darurat. Sedangkan kementerian lain dalam hal rehabilitasi dan rekonstruksi. “Setetelah kita data, ternyata ada   852 kepala keluarga dengan jumlah jiwa 2.045 terdampak banjir ini. Dengan 900 korban ngungsi dan sebagian mengungsi ke daerah lain, ”paparnya.

Selain itu, kata dia, pihaknya menyalurkan tenda gulung sebanyak 650 unit. Dan dapur umum lapangan, agar setiap hari tersedia makanan siap saji hingga 1.200 porsi. “Paling tidak beberapa hari ke depan makanan tersedia untuk korban. Sehingga tidak akan mengalami kelaparan,” ungkapnya.

Salah seorang ahli waris korban bencana, Juma (48) mengaku tidak menyangka ada saudaranya yang menjadi korban banjir bandang. ”Mudah-mudahan almarhum diterima iman islamnya, dan mendapatkan keberkahan,” ungkap saudara dari Aning (50), korban yang meninggal dunia.

Dia mengatakan tidak memiliki tanda-tanda saudaranya akan meninggal saat bencana. Namun dirinya ikhlas atas apa yang terjadi. ”Ini semua kehendak Alloh SWT. Saya sebagai manusia hanya bisa berdoa dan pasrah. Meski pun berat,” paparnya.

Ahli waris lainnya, Tulis bersyukur adanya santunan dari pemerintah berupa uang tunai. Dia mengaku akan menggunakan biaya tersebut untuk keperluan keluarga yang ditinggalkan. ”Karena memang keluarga yang ditinggalkan sangat memerlukan bantuan,” tuturnya.

Sementara itu, kondisi di lokasi bencana hingga kemarin (9/11), material longsor di 8 titik Jalan Cintabodas menuju Kecamatan Culamega berhasil disingkirkan. Namun masih banyak titik longsor menutup jalan, membuat warga terisolir karena tidak adanya akses jalan.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Doni Eka Putra mengatakan telah menerjunkan ratusan personel polisi untuk evakuasi longsor yang menimbun jalan. “Para anggota menembus ke lokasi terpencil seperti di Desa Cikuya untuk membuka jalan,” tandasnya.

Wakil Bupati Tasikmalaya H Ade Sugianto berterima kasih kepada pemerintah pusat yang telah memberikan bantuan dengan cepat kepada warganya. “Alhamdulillah, bantuan itu sangat kami butuhkan,” ujarnya.

Menurutnya, secara keseluruhan terdapat 16 titik terdampak bencana banjir bandang tersebut. Saat ini, seluruh daerah membutuhkan bantuan perahu karet dan alat berat. “Kita masih membutuhkan bantuan alat berat untuk membuka jalan yang tertimbun longsong akibat banjir dan hujan lebat. Selama ini, warga secara swadaya menggunakan cangkul membuka akses jalan yang tertimbun longsor,” pungkasnya. (ujg)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.