Satu PDP Corona di Kota Tasik Meninggal

3683
0
Setda Kota Tasikmalaya RAKOR. Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman saat memimpin rapat koordinasi percepatan penanganan wabah penyakit akibat Covid-19 di aula Bale Kota Tasikmalaya, Jumat (27/3).

TASIK – Satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kota Tasikmalaya diketahui meninggal dunia di salah satu rumah sakit.

Hal tersebut berdasarkan data perkembangan informasi Covid-19 dari Gugus Tugas Kota Tasikmalaya per Jumat (27/3) hingga pukul 15.00.

Gugus Tugas Covid-19 Kota Tasikmalaya menetapkan 13 Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Satu PDP diantaranya meninggal dunia, sementara 9 diantaranya masih dalam proses pengawasan, dan 3 orang selesai pengawasan.

Baca juga : Sekda Jabar: Warga Jangan Mudik, Jangan Piknik!

Gugus Tugas pun mencatat 148 warga masuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Terdiri dari 72 orang yang kontak erat dengan satu pasien positif, 20 orang yang kontak dengan pasien meninggal.

Sementara 10 orang kontak kegiatan HIPMI yang sudah selesai pengecekan dan hasilnya dinyatakan negatif.

Sedangkan, 120 diantaranya masih dalam proses pemantauan, sementara 28 lainnya sudah selesai pemantauan.

Sementara itu, Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta stakeholder terkait di Kota Tasikmalaya melaksanakan Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Wabah Penyakit Akibat Covid-19 secara tertutup.

Rapat itu, diselenggarakan di aula Bale Kota Tasikmalaya, Jumat Sore (27/3).

Hasil rapat tersebut memutuskan langkah penanganan terarah dan terpadu, menyikapi perkembangan dampak virus global tersebut.

Baca juga : Ini Dia Kader Terbaik Ponpes Idrisiyyah yang Diwakafkan Jadi Calon Bupati Tasik

“Siswa belajar di rumah diperpanjang 14 hari ke depan, Work From Home (WFH) pun sama,” ucap Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Tasikmalaya H Ivan Dicksan kemarin.

Menurutnya, sehubungan Kota Tasikmalaya saat ini masuk dalam status tanggap darurat, maka social distancing berubah menjadi physical distancing.

Pada proses pengendaliannya, kata dia, akan lebih diperketat lagi.

“Dilarang berkerumun, berkumpul. Kecuali untuk kepentingan ibadah, dengan tetap harus menerapkan physical distancing,” tuturnya.

Wakil Ketua II Gugus Tugas Kota Tasikmalaya H Ucu Anwar mengatakan upaya pencegahan pun terus dilakukan.

Salah satunya Jumat pagi (27/3) melaksanakan penyemprotan disinfektan di 10 kecamatan.

“Kami sisir 40 DKM dari 10 kecamatan, supaya jamaah nyaman dan aman saat beribadah,” tutur.

Di sisi lain, dia mengatakan dari 72 orang yang kontak erat dengan 1 pasien positif Covid-19, masih terus dilakukan pemantauan oleh tim medis.

Termasuk diingatkan supaya tidak beraktivitas untuk menekan risiko penyebaran virus tersebut.

“Kita mohon dengan sangat untuk memahami. Ini bukan apa-apa untuk keselamatan lebih luas,” ucapnya.

Baca juga : Pemprov Jabar Larang Warga Pulang Kampung untuk Antisipasi Penyebaran Corona

Berdasarkan data perkembangan informasi Covid-19 di Kota Tasikmalaya, per 27 Maret 2020 pukul 15.00 WIB, Gugus Tugas menetapkan sebanyak 148 ODP.

Terdiri dari 72 orang yang kontak erat dengan pasien positif, 20 orang yang kontak dengan pasien meninggal.

Sementara 10 orang kontak kegiatan HIPMI sudah selesai pengecekan dan hasilnya dinyatakan negatif. “Proses pemantauan 120, selesai pemantauan 28 orang,” tuturnya.

Sementara jumlah PDP kembali meningkat menjadi 13 orang. 9 diantaranya masih proses pengawasan, 3 orang selesai pengawasan dan 1 orang meninggal dunia. (igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.