Satu Pelaku Sudah Miliki 23 Cucu

3561
0
DIGIRING. Ketiga pelaku pencabulan digiring anggota Satreskrim Polres Tasikmalaya menuju ruangan Unit PPA, kemarin.
Loading...

Ketiga pelaku SA (65), EB (64) dan HE (38) yang mencabuli Love Bird (13) mengaku tega menyetubuhi gadis di bawah umur karena terpikat kemolekan tubuh korban.

“Meski masih kelas enam SD, tapi tubuhnya sudah membentuk sehingga saya tergoda,” ujar SA saat diwawancarai Radar di ruangan Unit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya, Selasa (26/3).

SA mengaku sudah empat kali menyetubuhi korban, yang dilakukannya pertama kali pada Oktober 2018 hingga awal Maret 2019 ini.

”Saya melakukannya pertama di saung kebun, di kebun kirai, di hutan dan di rumah korban saat kosong,” terang SA.

SA menceritakan dirinya bisa menyetubuhi korban, karena membujuknya dengan memberikan uang. ”Dia (korban), kan suka main ke kebun sendirian. Saya pertamanya bergurau kepada korban, ‘mau uang jajan’ kata saya. Tetapi, harus mau disetubuhi,” ujar SA menirukan perkataannya.

Loading...

SA yang mengaku sedang puber kedua ini, langsung bernafsu melihat kemolekan tubuh korban. ”Wajahnya cukup cantik, badannya bagus, lalu saya terbujuk ingin menyetubuhinya,” tutur SA.

Sebelum menyetubuhi, kata SA, dia meraba-raba tubuh dan alat kelamin korban. ”Saya sebenarnya sudah punya istri, tetapi sudah tidak ada syahwat. Jadi lebih suka anak-anak, penasaran,” tuturnya.

SA sendiri merupakan tetangga korban yang telah memiliki 23 cucu dan 12 anak. “Saya sehari-hari kerja sebagai buruh tani,” jelasnya.

Pelaku lainnya, EB (64) mengaku hanya sekali menyetubuhi korban di sebuah saung di kampungnya. EB pun sama melakukan modus memberikan uang kepada korban karena tahu dari SA.

”Saya menyetubuhi korban, karena istri saya sudah tidak mampu melayani dan memuaskan. Maunya sama yang daun muda. Soalnya, korban masih keluarga, cucu ti gigir (dari pinggir, Red),” ungkapnya.

Sementara HE (38) mengaku tidak menyetubuhi korban, namun hanya meraba-raba dan memasukan tangannya ke kelamin korban. ”Saya lakukannya (meraba, Red) di kebun, korban sering main sendirian” ungkapnya sambil tersenyum saat diwawancarai. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.