Video Porno Garut, 1 dari 3 Tersangka Positif HIV

1140
0
DIPERIKSA. Penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Garut memeriksa tersangka berinisal A (kiri) di Mapolres Garut Selasa (20/8). Yana Taryana / Rakyat Garut
DIPERIKSA. Penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Garut memeriksa tersangka berinisal A (kiri) di Mapolres Garut Selasa (20/8). Yana Taryana / Rakyat Garut

KARANGPAWITAN – Hasil pemeriksaan kesehatan tiga tersangka video porno berinisial A sudah keluar. Satu dari tiga pemeran video “aksi” tiga pria dengan satu wanita itu ditetapkan postitif HIV.

“Dari hasil pemeriksaan kesehatannya satu tersangka berinisial A (30) itu positif (HIV). Kalau yang dua orang negatif,” ujar Kasat Reskrim Polres Garut AKP Maradona Armin Mappaseng kepada wartawan di Mapolres Garut Selasa (20/8). Menurut dia, tersangka yang positif terjangkit HIV merupakan pemeran utama dalam pembuatan video porno dengan mantan istrinya berinisial V (19) itu.

Kini polisi terus melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Garut untuk memeriksa kesehatan tersangka A lebih lanjut. “Dinas Kesehatan sekarang tengah mempelajari mengenai penyebaran HIV yang diidap oleh tersangka A ini,” katanya.

Sementara itu, kata Maradona, tersangka A belum ditahan. Hal itu karena kondisi kesehatan tersangka yang tak memungkinkan untuk ditahan. “Sekarang masih menjalani terapi. Setelah kondisinya membaik, baru kami akan menahannya,” ujarnya.

Meski tidak ditahan, pihaknya menjamin tersangka tidak akan melarikan diri. Pasalnya tersangka sakit parah dan tidak bisa berjalan. “Duduk saja tidak bisa, gimana mau lari,” katanya.

Meski tidak ditahan, tetapi pemeriksaan terus berjalan. Kemarin (20/8), tersangka A dimintai keterangan dengan didampingi ibunya dan tim kesehatan dari Polres Garut. “Sekarang kami nunggu dari tim kesehatan, kalau kondisinya naik, kami akan langsung tahan. Kalau tidak dipersilakan pulang,” terangnya.

Sementara untuk dua tersangka lainnya, yakni V (19) dan B (41) yang dinyatakan negatif HIV, pihaknya akan tetap memerlakukannya secara khusus atas saran Dinas Kesehatan. Hal itu karena status negatif para tersangka masih bisa berubah. Pasalnya, inkubasi virus HIV berlangsung selama lima tahun.

“Artinya V dan B belum tentu tidak terjangkit karena terakhir melakukannya pada Oktober 2018. Tapi sementara berdasarkan hasil uji darah negatif untuk V dan W,” katanya.

Maradona mengatakan untuk tersangka yang lain, pihaknya masih terus melakukan pengejaran. “Ada dua orang yang masih buron. Identitasnya sudah kami kantongi, sekarang lagi dikejar,” katanya.

Dua pelaku yang masih buron berperan dalam video porno tersebut. “Penyebar juga sudah teridentifikasi, tinggal didalami saja,” ujarnya.

Maradona menegaskan para tersangka video porno bisa dijerat Pasal 34 junto Pasal 8 Undang-Undang Pornografi. Mereka diancam kurungan penjara maksimal 10 tahun penjara. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.