Beranda Pangandaran Sawah Tergenang, Dikunjungi Pemancing dari Berbagai Daerah

Sawah Tergenang, Dikunjungi Pemancing dari Berbagai Daerah

63
BERBAGI
MANCING.Warga dari berbagai daerah menyempatkan diri untuk memancing di Rawa Paledah Kecamatan Padaherang Minggu (25/3).

Sore itu di Desa Paledah Kecamatan Padaherang terlihat deretan orang-orang yang sibuk mengotak-atik joran. Mereka mencari umpan dan juga memasukan ikan ke dalam jaring. Lebih tengah lagi, terlihat warga yang sibuk mengangkat jaring. Mereka berharap bisa menangkap ikan sebanyak-banyaknya.

Saat itu kondisi sedang hujan lebat. Tapi bagi mereka itu tidak menghentikan mereka untuk memancing ataupun menjaring ikan yang banyak.

Salah seorang pemancing Evan Hendriawan (30) mengaku sudah menjadi rutinitas memancing di rawa tersebut, bahkan ia sudah melakukannya sejak 20 tahun yang lalu. ”Umpanya juga cukup menggunakan lumut. Tidak perlu cacing atau nasi,” ungkapnya kepada Radar Minggu (25/3).

Ikan di rawa tersebut banyak jenisnya. Ada mujair. Nila. Bahkan ada gurame. Padahal tidak ada seorang pun yang menabur ikan di sana. ”Ikan-ikan ini ada yang dari sungai dari balong (tambak, Red), makanya banyak jenisnya,” tuturnya.

Kalau tangkapan lagi bagus, kadang-kadang pemancing, seperti Evan, bisa dapat 1-2 kg ikan. ”Kebanyakan yang mudah itu mujair. Lumayan lah buat lauk di rumah,” tuturnya.

Hampir setiap hari, menurut dia, puluhan pemancing dari berbagai daerah datang ke Rawa Paledah. Mereka memancing atau sekadar melihat-lihat saja. ”Jangan salah dari Tasik, Banjar, Ciamis juga ada yang sengaja mancing ke sini,” ujarnya.

Kadang-kadang pemancing datang bisa satu mobil ramai-ramai. ”Niat mereka hanya untuk memancing saja, jauh-jauh dari Tasik,” katanya.

Air yang membanjiri sawah Rawa Paledah dari Sungai Citanduy yang mengalami kelebihan debit air. ”Sehingga meluap ke sini, kalau lagi kemarau rawa ini akan hilang. Petak sawah akan terlihat kembali,” ujarnya.

Munculnya Rawa Paledah memiliki keuntungan dan kerugian bagi masyarakat. ”Kalau rugi jelas para petani kehilangan kesempatan untuk bertani, tapi adanya rawa ini juga jadi rezeki,” tuturnya.

Warga lainya, Sujono berharap bisa ada jalan keluar dari kerapnya sawah di daerahnya yang menjadi rawa dadakan. ”Kalau saja dibuatkan pintu air lagi, pasti bisa dikontrol dan banjir tidak akan terjadi lagi,” harapnya. (*)

Facebook Comments

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.