Belajar Jurnalistik ke Radar Tasikmalaya

SD Al Istiqomah Giatkan Literasi

27
KUNJUNGAN. Siswa SD Islam Al Istiqomah Tasikmalaya foto bersama usai kunjungan ke Graha Pena Radar Tasikmalaya Senin (18/3). Kunjungan ini meningkatkan minat membaca dan menulis siswa. Siti Aisyah / Radar Tasikmalaya

TASIK – Sebanyak 23 siswa SD Islam Al Istiqomah Tasikmalaya mengunjungi Graha Pena Radar Tasikmalaya Senin (18/3). Kunjungan tersebut untuk menumbuhkan minat baca dan mengetahui secara langsung bagai mana alur kerja di media massa.

Dalam kunjungan tersebut siswa SD Islam Al Istiqomah dikenalkan dengan media konvergensi Radar Tasikmalaya. Yakni koran, TV dan media online.

Siswa juga diberi penjelaskan terkait alur pembuatan koran. Mulai dari peliputan, editing, naik cetak hingga distribusi. Siswa juga diajak keliling Graha Pena, melihat proses produksi di Radar TV Tasikmalaya dan dikenalkan berbagai alat yang digunakan untuk syuting.

Siswa juga diajak untuk melakukan simulasi proses peliputan. Ada siswa yang berperan sebagai wartawan, presenter dan cameraman.

Wakil Kepala SD Islam Al Istiqomah Bidang Kesiswaan Noer Sofyan JJ Elsundana Amd SPdI mengatakan kunjungan ini sesuai dengan tema dalam pembelajaran kelas VI yakni media massa.

Jadi, sambungnya, kegiatan ini menjadi tindak lanjut hasil pembelajaran. Siswa bisa mengenal koran dan proses produksinya. Sehingga diharapkan bisa meningkatkan minat membaca dan menulis. Hal ini sesuai dengan program literasi yang digalakkan sekolah.

“Hasil kunjungan ini setiap siswa akan membuat karya tulis. Nantinya akan kami kumpulkan dan dibuat buku,” ujar Noer yang juga guru kelas VI SD Islam Al Istiqomah.

Ia berharap bekal ilmu yang didapat bisa menjadi pemicu pengembangan minat dan bakat. “Dengan mengenal banyak profesi di media bisa memberikan inspirasi bagi siswa yang punya ketertarikan di bidang jurnalistik maupun broadcast,” ujarnya.

Perwakilan siswa Salwa Dwi Fitriani mengaku senang berkunjung ke Radar Tasikmalaya. “Jadi tahu proses membuat koran dan siaran di TV. Saya juga diwawancara ternyata grogi, tapi senang jadi bisa belajar,” ungkapnya.

Begitu pun menurut Erni Nuraini. Berkat kunjungannya ke Radar Tasikmalaya dia tertarik menjadi seorang jurnalis atau wartawan. Menurutnya menjadi wartawan itu menyenangkan karena bisa bertemu banyak orang dan ilmu baru setiap harinya.

Irsyaad Annaafi mengatakan kunjungan ke kantor media massa adalah pengalaman pertama, sehingga banyak hal baru yang dia dapatkan.

“Di rumah sering nonton Radar TV, sekarang jadi tahu proses di balik layarnya,” ungkap Irsyaad. (ais)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.