SD di Kota Tasik Belum Siap Laksanakan AKM UBKD

91
0
PERSIAPAN SIMULASI. Kepala sekolah, proktor dan guru kelas IV memantau persiapan simulasi AKM UBKD di SMPN 1 Kota Tasikmalaya, Jumat (4/12). Fatkhur Rizqi/Radar Tasikmalaya
PERSIAPAN SIMULASI. Kepala sekolah, proktor dan guru kelas IV memantau persiapan simulasi AKM UBKD di SMPN 1 Kota Tasikmalaya, Jumat (4/12). Fatkhur Rizqi/Radar Tasikmalaya

TASIK – Munculnya kebijakan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), survei karakter dan survei lingkungan belajar berbasis ujian berbasis komputer daring (UBKD) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) memunculkan tantangan baru. Itu karena belum meratanya infrastruktur jaringan dan sarana komputer.

Agar penyelenggaraan AKM ini bisa diterapkan perlu pemerataan infrastruktur. Ini tugas pemangku kebijakan dalam membantu merealisasikan AKM UBKD mandiri.

“Kemungkinan besar SD di Kota Tasikmalaya belum siap melaksanakan AKM UBKD mandiri 2021. Oleh karena itu kita meminta pemerintah daerah atau pusat untuk bisa mengusahakan ketersediaan sarana pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi,” kata Kepala SDN Cicariu Kecamatan Cipedes Yayah Komariah SPd MPd saat rapat persiapan Simulasi AKM di Aula SDN Cicariu, Jumat (4/12).

Sarana teknologi informasi dan komunikasi (TIK) ini, sambung Yayah, sangat dibutuhkan oleh satuan pendidikan sekolah dasar dalam pelaksanaan program AKM. Karena untuk melaksanakan AKM tersebut, harus didukung dengan ketersediaan perangkat TIK yang memadai, antara lain komputer atau laptop minimal 15 unit beserta perangkat lainnya yaitu internet.

“Di Kota Tasikmalaya baru 6 sekolah dasar yang mendapatkan bantuan komputer Kemendikbud, yaitu SDN Cicariu, SDN Citapen, SDN Sambongpermai, SDN Cibeureum, SDN Kersanegara dan SDN 1 Cibunigelis. Selanjutnya kita diwajibkan untuk bisa merangkul 5 sekolah lainnya yang letaknya berdekatan,” katanya.

Walau sudah mendapatkan bantuan, sambungnya, dalam Asesmen Nasional di tingkat SD masih terkendala komputer. Karena kelas IV ada 4 rombel atau 103 siswa, maka seharusnya menyediakan minimal 30 komputer.

“Kalau dari dana bantuan operasional sekolah (BOS) tidak bisa dibelanjakan untuk komputer sekaligus 15 unit dalam satu tahun. Paling hanya 2 unit saja,” ujarnya.

Keterbatasan ini jelas menjadi kegundahan, karena belum ada dukungan sarana dan prasarana pemenuhan komputer di tingkat SD. “Sehingga di tataran teknis menjadikan evaluasi. Harapannya agar sampai pelaksanaan AKM pada Agustus besok bisa berjalan lancar dan mandiri,” katanya.

Kepala SDN 3 Sukamenak Kecamatan Purbaratu Rohanah menyatakan, asesmen ini masih menyisakan beberapa kelemahan teknis yang harus dicarikan penyelesaian. Mulai dari penyiapan sumber daya manusia hingga sarana.

“Saya pun berharap pemenuhan sarana TIK 30 unit untuk ujian AKM bisa dilakukan lewat dana BOS,” ujarnya.

Lanjutnya, kalau pun tidak bisa AKM mandiri, pihaknya sudah kerja sama dengan SMKN 4 Tasikmalaya.

“Tujuannya meminjam laboratorium untuk digunakan AKM pada Agustus 2021,” katanya. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.