SDIT Idrisiyyah Bentuk Siswa Saleh, Cerdas dan Mandiri

44
0
ISTIMEWA. GENERASI UNGGUL. Siswa SDIT Idrisiyyah saat belajar beberapa waktu lalu atau sebelum pandemi Covid-19. Mereka disiapkan menjadi generasi unggul, saleh, cerdas, mandiri dan berakhlakul karimah.
ISTIMEWA. GENERASI UNGGUL. Siswa SDIT Idrisiyyah saat belajar beberapa waktu lalu atau sebelum pandemi Covid-19. Mereka disiapkan menjadi generasi unggul, saleh, cerdas, mandiri dan berakhlakul karimah.
Loading...

Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Idrisiyyah terus fokus dan mengedepankan pendidikan untuk menghasilkan generasi saleh, cerdas dan mandiri.

Kepala Divisi Pendidikan Dasar Pondok Pesantren Idrisiyyah Ustaz Deden Hidayatullah mengatakan, pada dasarnya konsep pendidikan di SDIT sama dengan sekolah dasar lainnya. Termasuk dalam program unggulannya.

“Kita memiliki jargon cerdas, saleh dan mandiri. Itu diterapkan di empat SDIT. Termasuk yang ada di Kota Tasikmalaya. SDIT Tamansari dan Purbaratu,” kata Ustaz Deden Selasa (10/11).

Jargon tersebut diimplementasikan ke dalam kurikulum. Kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan selain mata pelajaran umum juga menerapkan adab harian, tahfiz, tahsin, termasuk ekstrakurikuler. “Secara konsep dan manajemen sama saja,” ungkap dia.

Ustaz Deden menjelaskan, SDIT memiliki ciri khas dalam pendidikan yakni penguatan dari sisi karakter dengan pembiasaan adab harian dan hafalan Al-Quran. Tahfiz. “Dalam penguatan karakter mungkin yang kita kedepankan,” kata dia.

Loading...

Mempermudah pelayanan pendaftaran masuk sekolah SDIT, pihaknya menyediakan layanan Program Siswa Inden. Program tersebut disediakan untuk memudahkan orang tua siswa dalam mendaftarkan anak-anaknya di masa pandemi seperti saat ini.

“Walau tahun ajaran baru masih jauh tahun 2021 mendatang tetapi layanan sudah kami sediakan. Pendaftarannya bisa dilakukan secara online sudah bisa mendaftarkan putra putrinya masuk sekolah di SDIT,” jelas Ustaz Deden.

Artinya orang tua yang akan mendapatkan putra putrinya sudah bisa menitipkan nama karena inden. “Jadi bisa nitip nama untuk masuk sekolah tahun depan dengan pendaftaran via online,” kata dia.

Pendaftaran via online ini sebuah indikator bahwa Divisi Pendidikan Dasar Pondok Pesantren Idrisiyyah sudah diterima oleh masyarakat secara luas.

“Bahkan sejauh ini sudah lebih dari 100 orang yang mendaftar melalui program inden ini,” ujar Ustaz Deden.

Menurut dia, teknis pendaftaran inden ini sangat mudah. Orang tua yang akan mendaftarkan putra putrinya melalui admin sekolah di ke empat lembaga pendidikan dasar.

“Nanti mengisi formulir pendaftaran via online yang akan direkap oleh panitia pendaftaran siswa baru setelah melalui seleksi seperti usia dan lainnya. Setelah itu ada proses pendaftaran atau pemberkasan ketika sudah lolos seleksi umur,” kata dia.

Ustaz Deden menjelaskan, untuk menyekolahkan anaknya di SDIT, orang tua tidak usah khawatir dari segi biaya karena konsep biaya pendidikan ini merupakan jihad orang tua.

“Kita memiliki platform bagi orang tua siswa yang memiliki keterbatasan dalam biaya bisa dimasukan dalam beasiswa. Karena siswa yang masuk SDIT ini bisa jalur prestasi. Salah satunya memiliki potensi hafalan dan lainnya itu bisa dimasukkan dalam program beasiswa ,” kata Ustaz Deden.

Program beasiswa sosial yakni program orang tua asuh (OTA). Syaratnya bantuan biaya pendidikan itu minimal domisili di sekitar lingkungan sekolah. “Ini berlaku untuk program beasiswa sosial,” kata Ustaz Deden menerangkan.

Untuk biaya pembangunan orang tua juga tidak usah khawatir, karena tidak mewajibkan orang tua membayar biaya bangunan.

“Untuk biaya bangunan ini masuknya ke dalam beberapa paket dilihat dari kondisi kemampuan orang tua. Di kita tidak membebankan biaya pembangunan sepenuhnya kepada orang tua secara wajib,” kata Ustaz Deden menerangkan.

Saat ini SDIT terus menargetkan lebih banyak prestasi. Baik akademik maupun non akademik. Meskipun sampai saat ini belum ada kelas 6. Sejauh ini siswanya sudah pernah lolos O2SN lomba renang tingkat kota Tasikmalaya.

“Ke depannya itu akan menjadi fokus kami, khususnya dalam lomba keagamaan, makanya kami terus melaksanakan lomba internal,” ujar Ustaz Deden. (ujg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.