Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4%

19.6%

8.1%

68.2%

SDIT Idrisiyyah Tasikmalaya Wujudkan Lulusan Unggul & Berprestasi

137
0
DOKUMEN SDIT IDRISIYYAH SEMANGAT. Murid SDIT Idrisiyyah di Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya saat akan masuk ke kelas. Foto ini diambil jauh sebelum pandemi Covid-19.

Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Idrisiyyah merupakan lembaga pendidikan di bawah naungan Divisi Pendidikan Tarekat Idrisiyyah. Visinya, mewujudkan lulusan yang unggul dalam prestasi, berkecerdasan multi berlandaskan fondasi iman, Islam dan Ihsan.

SDIT Idrisiyyah hadir di tengah masyarakat dalam upaya berkontribusi mencerdaskan generasi penerus bangsa. SDIT Idrisiyyah juga memiliki model keterpaduan pendidikan berbasis Islam. Mereka menerapkannya dalam kurikulum pendidikan di SDIT Idrisiyyah.

Baca juga : Cetak Lulusan Bertalenta Digital, Kampus UBSI Tasikmalaya Jalin Sinergi dengan Orang Tua

Kepala Divisi Pendidikan Pesantren Idrisiyyah Ustaz Deden Nurul Hidayat SPdI mengatakan pada dasarnya SDIT Idrisiyyah sama seperti pendidikan dasar pada umumnya dan mengacu kepada kurikulum nasional.

”SDIT ini memiliki kurikulum kekhasan yang dipadukan dengan kurikulum pemerintah secara berimbang,” kata Ustaz Deden Selasa (1/9/2020).

Kurikulum ciri khas di SDIT Idrisiyyah yakni tahfiz, pembiasaan adab-adab harian dan penguatan materi agama yang lebih banyak. “Kalau di SDIT setiap hari ada pembelajaran agama, mulai dari fiqih, tasawuf dan lainnya,” ungkap dia.

Ustaz Deden menjelaskan, SDIT Idrisiyyah sudah ada lima sekolah. Yang pertama SDIT Idrisiyyah di Cidahu dan Rajapolah. Itu berdiri sejak 2015.

“Selanjutnya ada SDIT Tamansari, Purbaratu. Sedangkan yang satunya lagi didirikan di SDIT Tangerang dengan konsep pesantren anak,” ungkap dia.

Lulusan SDIT Idrisiyyah nantinya diharapkan bisa linier, karena para siswa di SDIT sudah dibekali pengetahuan keagamaan sehingga pendidikan menengahnya pun bisa masuk Madrasah Tsanawiyah (MTs) Idrisiyyah.

“Itu hanya keinginan kami. Pada konteksnya tetap kami menyerahkan sepenuhnya kepada orang tua siswa itu sendiri,” tutur Ustaz Deden.

Untuk tenaga pendidiknya, kata Ustaz Deden, diambil dari alumni pesantren lulusan Ma’had Aly. Namun juga diambil dari para profesional yang bergelar linier, seperti lulusan PGSD dan PGMI. “Dari sisi profesionalitas guru yang memang linier dari pendidikan yang guru bersangkutan,” ungkap dia.

Sejauh ini dari lima SDIT di bawah naungan Yayasan Idrisiyyah memiliki sekitar 700 siswa. Namun sampai saat ini belum mempunyai lulusan karena baru berdiri sejak lima tahun ke belakang.

“Dalam lima tahun ini grafik siswa naik. Bahkan untuk saat ini setiap angkatan ada dua kelas. Setiap angkatan lebih dari 50 siswa,” kata dia.

Untuk masuk SDIT Idrisiyyah sama dengan masuk sekolah dasar pada umumnya. Yakni batasan usia 6,5 tahun dan juga tidak ada seleksi masuk.

“Justru untuk SDIT ini sema orang berhak mendapatkan pendidikan dasar, bahkan bila ada orang tua yang memang membutuhkan bantuan dibantu melalui Agnia Care,” kata dia menjelaskan.

Sejauh ini, lima SDIT Idrisiyyah juga sudah mendapatkan prestasi.

“Prestasi ini bukan menjadi prioritas utama kami, artinya karena kita baru berdiri lima tahun lebih ke pembangunan segala aspek untuk siswa, seringnya kita melaksanakan lomba-lomba internal untuk meningkatkan mental, sehingga ketika lomba keluar nanti sudah matang,” ujar Ustaz Deden.

Perlombaan-perlombaan itu disesuaikan dengan visi dan misi SDIT yakni saleh, cerdas mandiri. Menurutnya, yang paling sulit itu dalam pendidikan bukanlah mencetak prestasi akademik, karena prestasi akademik itu bila terus dilatih akan cepat menguasainya. Tetapi menciptakan dan membangun kesalehan siswa di era saat ini.

“Artinya itu lebih ke pembinaan akhlak siswa dengan program pembiasaan itu,” ujarnya.

Mewujudkan anak didik yang saleh, cerdas dan mandiri, kata Ustaz Deden, SDIT terus meningkatkan kualitas karakter melalui program-program pembiasaan. Mulai setiap pagi sebelum masuk kelas melaksanakan salat duha, mengaji Al-Quran, sedekah setiap hari dan pembiasaan lainnya.

Baca juga : Pilbup Tasik, Asep Maoshul Berikan SK PAN ke Iwan-Iip, Hamida Kemana?

“Jadi pembiasaan-pembiasan itu lah yang coba kita terus lakukan untuk penguatan karakter siswa,” kata dia.

Ustaz Deden menilai, bila siswa sudah terbentuk karakter baiknya atau positif, maka akan terbawa sampai dewasa. “Termasuk bila karakternya sudah terbentuk juga akan berpengaruh terhadap prestasi baik akademik maupun non akademik,” jelasnya. (ujg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.