Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.6%

7.4%

69.9%

SDN Budikarya Cigalontang Tasik Terapkan Home Visit

288
0
KARYA. Siswa SDN Budikarya Cigalontang Tasikmalaya menunjukkan karyanya. Selama pandemi ini, guru melakukan home visit kepada siswa yang tidak bisa melakukan pembelajaran daring.
KARYA. Siswa SDN Budikarya Cigalontang Tasikmalaya menunjukkan karyanya. Selama pandemi ini, guru melakukan home visit kepada siswa yang tidak bisa melakukan pembelajaran daring.

TASIK – Sejak pandemi virus corona, sistem pembelajaran berubah. Dari belajar secara tatap muka menjadi belajar online atau daring.

Sayangnya, sistem pembelajaran ini tak bisa dinikmati oleh sebagian siswa pelosok yang tidak memiliki HP, termasuk siswa di SDN Budikarya Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya.

Guru SDN Budikarya Didih Maulidah SPd mengatakan, untuk menangani siswa-siswi yang tidak bisa menjangkau materi pelajaran secara daring, ia melakukan home visit (kunjungan rumah).

“Home visit merupakan salah satu teknik pengumpulan data dengan cara mengunjungi siswa,” ujar Didih kepada Radar, Rabu (13/5).

Didih mengatakan, setiap dua minggu sekali ia harus berjalan kaki ratusan meter agar bisa bertemu dengan siswanya dan melakukan pembelajaran di sejumlah tempat tinggal siswa.

“Setiap dua minggu sekali itu, berkunjung ke siswa secara bergantian. Medannya lumayan melelahkan, naik turun. Jaraknya mencapai 700 meter, tapi dijalani dengan senang hati,” ujarnya.

Hal ini, kata dia, merupakan pengabdian sebagai seorang guru. Ia sangat bangga karena bisa menemui siswa-siswi dan bisa mengetahui secara pasti perkembangan belajar mereka selama pandemi virus corona.

“Kunjungan ini khusus siswa yang tidak memiliki HP, dan ini merupakan inisiatif guru sekaligus mengingatkan terkait covid-19. Bagaimana mencegah dan anjuran selalu mencuci tangan dan lainnya,” kata dia.

Menurutnya, selama visit home ia tetap mengikuti protokol kesehatan dengan tetap jaga jarak dan pakai masker.

Kendati kegiatan itu terkendala oleh akses menuju rumah siswa, namun tidak mengurungkan niatnya untuk tetap memberikan yang terbaik bagi para siswa.

“Para siswa harus didampingi, juga dipantau agar bisa mengetahui perkembangan belajar selama pandemi Covid-19,” ucapnya.

Didih mengungkapkan, pembelajaran daring selama ini berjalan lancar meskipun tidak sampai 100 persen. Pasalnya,  tidak semua siswa dan orang tua memiliki HP.

Selain itu, terkait jaringan di kampung, terkadang signal tidak stabil. Pihak sekolah berupaya semaksimal mungkin mengikuti semua instruksi pemerintah dengan merumahkan siswa, namun tetap memantau proses pembelajarannya.

Dikarenakan saat ini sedang pandemi covid-19, lanjut Didih, dari pihak sekolah tidak bisa memaksakan mengejar program pembelajaran. Sehingga pembelajaran disesuaikan dengan memberi arahan tentang program yang harus dicapai dalam belajar.

“Tapi sifatnya tidak dipaksa, takut anak tertekan dan akibatnya anak men­jadi nge-drop. Alhamdulillah se­jauh ini, anak-anak semangat belajar dengan selalu melaporkan hasil belajar mereka setiap hari melalui pesan WA,” kata dia. (obi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.