Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.5%

7.4%

70%

Sebagian Madrasah di Kota Tasik Sudah Gelar KBM Tatap Muka

45
0
Drs Ahmad Sapei Ketua FKDT Kota Tasikmalaya
Drs Ahmad Sapei Ketua FKDT Kota Tasikmalaya

TASIK – Memasuki adaptasi kebiasaan baru (AKB), sebagian madrasah diniah takmiliah awaliah di Kota Tasikmalaya sudah kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di sekolah.

Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kota Tasikmalaya mengimbau untuk 818 DTA harus mematuhi ketentuan yang berlaku dalam melaksanakan pendidikan keagamaan di masa pandemi. FKDT pun sudah melakukan sosialisasi kepada para pimpinan madrasah diniah mengenai pedoman protokol kesehatan.

“Karena tidak bisa melarang atau memperbolehkan untuk belajar tatap muka. Maka saya mohon untuk madrasah diniah harus menggunakan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Ketua FKDT Kota Tasikmalaya Drs Ahmad Sapei kepada Radar, Rabu (26/8).

“Karena harus ada pembatasan kerumunan untuk menekan penyebaran Covid-19. Pengaturannya bisa shift dari jenjang awaliah, wusto dan ulya,” katanya, menambahkan.

Kemudian, kata dia, sebelum pembelajaran dilakukan harus memberitahukan Satgas Covid-19 kelurahan dan kecamatan. Serta santri wajib mendapat izin dari orang tuanya demi menjaga kesehatan masyarakat.

“Kini sekitar 300 madrasah diniah yang sudah menjalankan tatap muka di sekolah. Namun dengan tetap jaga jarak, isi ruangan kelas harus 50 persen santri, wajib pakai masker, menyediakan cuci tangan bahkan memakai pelindung muka,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya menjembatani pendidikan non formal ini agar generasi muda mendapat pembinaan melalui pendidikan diniah. Itu sangat penting dan strategis guna membangun karakter muslim yang beriman, bertakwa dan berakhlak mulia.

“Belajar madrasah diniah dinilai penting sebagai upaya pembenahan akhlak dan mengajarkan ibadah dasar anak,” katanya.

Sejauh ini, menurut Sapei, pemerintah sudah memberlakukan dan mengharuskan anak agar belajar di madrasah diniah. Buktinya Perda Nomor 2 Tahun 2011 tentang Pendidikan Diniah Kota Tasikmalaya. “Maka pendaftaran ke sekolah umum harus wajib melampirkan ijazah madrasah diniah,” ujarnya. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.