Sebanyak 551 DPSHP Dicoret

98
0
BEKERJA. Beberapa tenaga PPS dan PPK tengah mencocokan data DPS di Kantor Komisi Pemilihan Umum Kota Banjar, Rabu (18/4)

BANJAR – Berdasarkan hasil pencocokan dan penelitian (coklit) yang dilakukan KPU dan jemput bola perekaman e-KTP, sebanyak 551 Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) dicoret.

Alasannya, ada yang pindah domisili, bekerja sebagai TKI dan sudah merekam e-KTP di luar Kota Banjar.

Enda Kurniawan, Subag Program Data KPU Kota Banjar mendata ada sebanyak 3.773 orang model AC-KWK belum memiliki e-KTP. Disdukcapil kemudian jemput bola melakukan perekaman.

“Kami sudah melakukan perekaman KTP-el ke tingkat desa dan kelurahan se-Kota Banjar. Jumlah yang sudah terekam sebanyak 2.727 dari 3.773,” kata Rabu (18/4).

Dari data model AC-KWK 3.773 ini kemudian dikurangi hasil perekaman sebanyak 2.727 dan mendapati jumlah sebanyak 1.046 orang yang belum melakukan perekaman.

“Kemudian muncul lagi 9 DPS yang NIK invalid dan dicoret dari hak pilih. Sehingga jumlah sementara yang belum merekam sebanyak 1.037 DPS HP,” katanya.

Dari jumlah itu, 551 dicoret. Sehingga jumlah warga yang memiliki hak pilih namun belum memiliki e-KTP sebanyak 486 orang.

“Jumlah sementaranya jadinya 444 yang harus dibuatkan suket oleh Disduk karena 42 di antaranya sudah merekam ke kantor Disdukcapil,” katanya.

Sementara itu, terang dia, jumlah DPS Kota Banjar hasil coklit KPU tahun 2018 ada sebanyak 144.125.

“Itu belum dikurangi jumlah yang dihapus sebanyak 551 DPSHP, kemudian dikurangi lagi TMS dan ditambah daftar pemilih baru,” ujar Enda. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.