Sebarkan Hoaks Corona, Perempuan Warga Pataruman Kota Banjar Diringkus Polisi

1776
0
EKSPOSE. Kapolres Banjar AKBP Yulian Perdana menggelar konferensi pers kasus hoaks jumat (3/4). Konferensi pers dilakukan secara virtual

BANJAR – Satuan Reserse Kriminal Polres Banjar menangkap seorang wanita berinial YN (42). Warga Kelurahan Pataruman Kecamatan Pataruman itu diduga menyebarkan isu meresahkan terkait pandemi corona virus disease atau Covid-19 di Kota Banjar.

Tersangka mengunggah postingan di akun media sosial-nya yang diduga bermuatan hoaks atau berita bohong.

Baca juga : Air PDAM Tirta Anom Kota Banjar Bisa Bunuh Virus Corona

“Sat Reskrim Polres Banjar berdasarkan Laporan polisi telah mengamankan seorang wanita berinisial YN (42). Diduga yang bersangkutan menyebarkan berita atau informasi bohong,” ujar Kapolres Banjar AKBP Yulian Perdana SIK didampingi
Wakapolres Banjar Kompol Drs Ade Najmulloh dan Kasat Reskrim Polres
Banjar AKP Budi Nuryanto SPd dalam virtual press conference di Aula Mapolres Banjar Jumat (3/4).

Kapolres menjelaskan berdasarkan postingan akun medsos, tersangka
menyatakan pasien positif Covid-19 yang dirawat di RSUD Kota Banjar melarikan
diri. Kemudian tersangka mempertanyakan pengamanan dari TNI maupun Polri.

“Ini disebarkan secara sadar oleh yang bersangkutan pada hari Kamis, 2
April 2020 sekitar pukul 12.51, sehingga mengakibatkan keresahan di masyarakat.

Kita sudah mengecek di hari tersebut dan sampai hari ini (kemarin, Red)
pasien tersebut masih dirawat di RSUD Kota Banjar dalam protokol Covid-19
yaitu sebagai layaknya pasien positif,” jelasnya.

Akibat perbuatannya itu, tersangka dikenakan Pasal 45 a ayat (2) juncto Pasal 48 ayat (2) juncto Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ancaman hukuman 6 tahun penjara. “Dan atau Pasal 14 ayat (2) dan Pasal 15 Undang Undang RI Nomor 1 Tahun 1946 Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman hukuman paling lama
3 tahun,” tuturnya.

Kapolres Banjar mengimbau seluruh warga tidak menyebarkan informasi bohong, terlebih di tengah situasi seperti ini. “Warga juga jangan langsung terpengaruh terhadap berita yang belum tentu kebenarannya, harus cek terlebih dahulu karena ini bisa menimbulkan
keresahan sosial,” imbuhnya.

Virtual Press ConfErence Konferensi pers kasus tersebut dilaksanakan secara jarak jauh.

Kapolres Banjar AKBP Yulian Perdana melalui Humas Polres Banjar Bripka Shandi mengatakan virtual conference dilaksanakan demi memutus penyebaran Covid-19.

Baca juga : Dinkes Kota Banjar Telusuri Orang-orang yang Kontak dengan Pasien Positif Corona

Pihaknya juga menerapkan Maklumat Polri untuk menjaga jarak dan tidak menggelar pertemuan berkumpul (pysical dan social distance). “Kami akan menggelar dua kasus yang sudah berhasil diungkap, namun kali ini pelaksanaan press rilisnya berbeda dari biasanya. Kami memanfaatkan virtual meeting untuk menyampaikan informasi terkait
pengungkapan kasus yang sudah kita laksanakan untuk kemudian di publikasi
di media massa,” ungkapnya. (cep)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.