Sebarkan Ujaran Kebencian tentang Razia Lalin, Pemuda Cikalong Tasik Diringkus Polantas Kota

6219
0

KOTA TASIK – Ada-ada saja yang dilakukan remaja berinisial Re (19) warga Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya. Dengan sengaja, dia merekam video saat aparat Satlantas Polres Tasikmalaya Kota melakukan razia, Senin (17/2) siang.

Sayang, rekaman video itu diposting di akun media sosial (medsos) Facebook miliknya dan dijadikan status whatsapp pribadinya dengan caption tak menyenangkan, berisikan kata-kata kasar, dan ditenggarai menyudutkan anggota kepolisian.

Akibatnya, Re ditangkap aparat Satuan Lalu Lintas (Satlantas), Senin Sore dan dibawa ke Pos Polisi Rancabango untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, yang diduga melanggar Undang-Undang Informasi Teknologi (IT), yang menyebarkan kebencian.

“Dia (Re, red) dengan sengaja merekam dan menyebarkannya video saat kami sedang bertugas melakukan razia rutin dengan kalimat tidak menyenangkan,” ujar Kanit Turjawali Satlantas Polres Tasikmalaya Kota, Ipda Soni Alamsyah SH kepada radartasikmalaya.com.

Terang dia, kronologi awal kejadian ini saat pihaknya melaksanakan Operasi 21 Lalu Lintas di Jalan HZ Mustofa mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 10.30 WIB.

“Maksud operasi ini adalah semata-mata memberikan kesadaran kepada para pengguna jalan maupun pengendara lainnya agar lebih berhati-hati dan lebih tertib dalam berlalulintas,” terangnya.

“Saat itu pelaku ini dibonceng temannya. Dengan sengaja merekam dengan kamera video handphonenya aktivitas razia kami. Lalu disebarnya menggunakan caption kalimat tak menyenangkan,” sambungnya.

Lalu, tambah dia, anggotanya mendapati bahwa aktivitasnya itu divideo dan diposting di medsos dengan kalimat ujaran kebencian. Padahal, motor yang dikendarain pelaku ini tak ditilang karena surat suratnya lengkap.

“Yang intinya kata-kata menyudutkan kami. Lalu kami lakukan penyelidikan dan oleh anggota kami sendiri tertangkap pelaku ini,” tambahnya.

Jelas dia, pihaknya kemudian melakukan interogasi bahwa pelaku ini khilaf tak ada maksud apa-apa. “Namun demikian kami berikan edukasi dan imbauan bahwa perbuatannya melanggar hukum,” jelasnya.

Tegas dia, apalagi saat ini sudah jelas ada Undang-Undang IT. “Kedepannya agar menjadi acuan yang lain karena hal ini sudah viral, mungkin kami akan lakukan tindakan tegas supaya tak ada yang mengulangi perbuatan tersebut,” tegasnya.

Sementara itu pelaku Re, mengaku tak akan mengulangi perbuatannya. “Saya tak ada maksud apa-apa pak. Saya benar-benar khilaf. Mohon maaf pak. Saya tak akan mengulanginya lagi pak,” singkatnya.

(rezza rizaldi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.