Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.7%

19.6%

8%

68.6%

Sebelum Belajar Tatap Muka, Sekolah di Kota Banjar Harus Buat Tim Gugus Tugas

388
0
DISKUSI. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar menggelar rapat persiapan pembukaan sekolah tatap muka bersama ketua komite dan kepala SD Se-Kota Banjar di Aula Setda Selasa (18/8). Cecep herdi / radar tasikmalaya
DISKUSI. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar menggelar rapat persiapan pembukaan sekolah tatap muka bersama ketua komite dan kepala SD Se-Kota Banjar di Aula Setda Selasa (18/8). Cecep herdi / radar tasikmalaya

BANJAR – Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar Edi Herdianto meminta pihak sekolah membuat gugus tugas sendiri untuk memulai proses belajar mengajar (PBM). Gugus tugas sekolah tersebut diberikan surat keputusan (SK) oleh gugus tugas tingkat kota.

Kemudian, kata dia, sekolah pun harus menyiapkan sarana prasarana protokol kesehatan di sekolah dan membuat surat pernyataan dari orang tua siswa.

“Persiapan yang harus dipenuhi sekolah selama pandemi Covid-19 ini di antaranya kemanan untuk siswa dan guru agar tidak terpapar Covid-19. Kemudian sarana protokol kesehatan di sekolah harus mendukung dan perlengkapan media informasi di sekolah terkait Covid-19 harus lengkap,” kata Edi Selasa (18/8).

Pemkot Banjar sendiri menargetkan satu atau dua bulan lagi proses belajar mengajar di sekolah bisa dilaksanakan. Namun dengan menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Namun Dinas Pendidikan Kota Banjar belum memberikan rincian berapa sekolah dari tingkat PAUD, SD hingga SMP/sederajat yang sudah siap melaksanakan belajar mengajar di sekolah dengan Adaptasi Kebiasaan Baru.

“Jumlah sekolah dari tingkat SD dan SMP di Kota Banjar baik negeri maupun swasta sebanyak 111 sekolah. Terdiri dari SD Negeri sebanyak 82 sekolah dan swasta 4 sekolah. Sedangkan SMP Negeri 10 sekolah dan swastanya 15 sekolah,” kata Ahmad Yani.

Baca juga : 160 Warga Binaan Lapas Kota Banjar dapat Remisi

Ketua Komite SD Negeri 1 Banjar Diky Agustaf mengatakan untuk memulai PBM di kelas dengan Adaptasi Kebiasaa Baru harus didukung dengan konsistensi penerapan aturan di masyarakat umum. Jangan sampai di sekolah begitu ketat, namun di luar sekolah aturaan tidak dipatuhi dengan baik.

“Buat saya selaku komite meminta kejujuran dari pemegang kebijakan, apakah memang sudah siap membuka pembelajaran tatap muka dengan melihat kesadaran masyarakat yang sesuai di lapangan atau tidak. Jangan sampai kami beranggapan bahwa hal seperti ini dilaksanakan karena adanya desakan-desakan secara politis yang akan mengganggu pada jalannya pemerintahan. Salah satu contoh ketika kita berbicara pahitnya, muncul lah klaster baru dan misal samapai pasien membeludak, apakah sudah siap untuk menampung semua itu baik dari ruangan isolasinya sampai ke tenaga medisnya,” kata dia.

Sebenarnya, kata Diky, pihaknya menyarankan untuk tidak terburu-buru membuka pe­laksanaan belajar mengajar di sekolah lantaran saat ini di Jawa Barat se­dang mencoba me­ngujicoba vaksin ke relawan.

“Kenapa tidak kita tunggu dulu hasil dari uji coba vaksin tersebut. Saya kira lebih baik mencari solusi dari pembelajaran jarak jauh bagaimana ca­ra­nya agar men­da­patkan hasil yang sesuai yang diharapkan jangan malah kita mencoba hal baru yang nantinya akan menambah permasalahan. Kami juga membutuhkan ketegasan dan ketauladanan dari pihak yang berwenang jangan sampai aturan yang dipakai itu tajam kebawah,” ungkapnya. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.