Dewan Imbau Pemkab Izin ke Keluarga Pejuang

Sebelum TMP Pangandaran Dipindah, Sosialisasikan Dulu

AKAN DIPINDAH.Lokasi Taman Makam Pahlawan (TMP) di Kecamatan Pangandaran akan dipindahkan ke Desa Cintakarya Kecamatan Parigi.

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

PARIGI – Beberapa anggota DPRD Kabupaten Pangandaran menyatakan setuju dengan rencana Pemkab Pangandaran memindahkan Taman Makam Pahlawan (TMP).

Rencananya, TMP dipindahkan dari Kecamatan Pangandaran ke Cintakarya Kecamatan Parigi.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pangandaran Solehudin mengatakan sepanjang pemindahan TMP tersebut mendapatkan keikhlasan dan keridaan dari keluarga pejuang, maka dirinya setuju dengan rencana itu.

“Kalau maksud Pemkab untuk menjaga marwah para pejuang dan juga menempatkan makam mereka di tempat yang lebih layak dan strategis, (pemindahan, Red) itu tidak ada salahnya,” ujarnya kepada Radar, Minggu (9/9).

Namun, lanjut dia, untuk mencegah adanya pro kontra di kalangan masyarakat, Pemkab Pangandaran harus menyosialisasikan hal itu sejak dini.

”Jangan sampai ada pertentangan di masyarakat nantinya,” ucapnya.

Anggota Komisi I lainnya Asep Noordin mengatakan bahwa pemindahan TMP merupakan kewenangan Pemkab dan pasti sudah ada kajiannya secara komprehensif.

”Saya yakin itu sudah ada perhitungan dari Pemkab. Pasti kajian dari awal juga sudah dilakukan,” terangnya.

Di samping itu ia juga mengharapkan ada sosialisasi yang menyeluruh kepada masyarakat sebelum dilaksanakan prosesi pemindahan TMP itu. ”Harus bisa disampaikan. Maksud dan tujuannya dengan baik. Apalagi jika keluarganya masih ada,” terangnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pa­ngan­daran Taufik Martin me­ngatakan selain dengan keluarga pejuang, Pemkab juga harus ber­koor­dinasi dengan pa­ra pejuang yang masih hidup. ”Tanya ke mereka rida tidak dengan pemindahan itu,” sarannya.

Jangan sampai, menurut dia, timbul kekecewaan dengan pemindahan TMP itu dan akhirnya menimbulkan pro kontra yang berkepanjangan. ”Masalah dipindahnya ke mana itu adalah hak pemerintah, namun di samping itu mereka juga harus berkomunikasi dengan pejuang,” ucapnya.

Pemkab Pangandaran juga diharapkan untuk konsisten dalam menetapkan tempat pemindahan itu. ”Jangan sampai pindah-pindah lagi. Seperti yang kemarin-kemarin,” pesannya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran dan beberapa unsur Muspida, sebelumnya, melaksanakan rapat koordinasi terkait rencana pemindahan Taman Makam Pahlawan (TMP) di Kecamatan Pangandaran dan Parigi.

Menurut Sekda Pangandaran Mahmud SH, MH, pemindahan TMP tersebut nantinya dilakukan secara formal, mulai dari acara keagamaan sampai upacara militer.

”Semuanya (makam pahlawan) akan dipindahkan ke Cintakarya. Sebelumnya akan dilakukan doa bersama para keluarga,” jelasnya Jumat (7/9).

Total, terang dia, ada 32 makam yang akan dipindah. Sebanyak 23 dari Pangandaran dan 9 dari Parigi. ”Namun tidak akan dipindahkan secara serentak karena masih ada makam yang keluarganya belum ketemu,” katanya.

Dia menyebut ada sekitar 19 makam di TMP Pangandaran yang anonim atau tidak dikenali. Sedangkan 4 makam lain diketahui namanya. ”Dari empat makam itu hanya ada dua yang diketahui keluarganya,” jelasnya.

Mahmud mengatakan dalam proses pemindahan TMP itu, pihaknya sudah mengantongi izin dari gubernur Jawa Barat melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. ”Kita ingin memposisikan TMP ke tempat yang lebih representatif,” ujarnya.

Rencananya, terang dia, pemindahan akan dilakukan beberapa pekan ke depan agar ada jeda untuk pesiapan. ”Kemungkinan tanggal 18 September mendatang,” ucapnya.

Pasi Min Kodim 0613 Ciamis Lettu Infanteri Maryoto mengatakan pihaknya sudah membuat konsep untuk melakukan pemidahan TMP secara militer. ”Pastinya upacara tersebut akan diselenggrakan sesuai protokoler militer,” jelasnya.

Pihaknya berharap pemkab melakukan sosialisasi pemindahan TMP itu kepada pihak keluarga. Jangan sampai ada permasalahan di waktu yang akan datang. ”Juga harus terus berkoordinasi dengan baik,” ucapnya.

Sebelumnya Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata menerangkan alasan pemindahan TMP merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi pemerintah daerah kepada para pahlawan.

“TMP kita pindahkan ke tempat yang lebih representatif, lebih baik dan luas dari lokasi yang sekarang,” ungkapnya kepada Radar, Jumat (13/7). Lokasi TMP saat ini dianggap tidak memadai. Lahan yang sempit membuat kegiatan upacara penghormatan tidak leluasa.

(den/nay)

loading...