Sebelum Gantung Diri, Warga Bungursari Kota Tasik Ini Kerap Lakukan KDRT, Bukan karena Perselingkuhan

607
0

TASIK – Sebelum melakukan aksi gantung diri, Op warga Bungursari Kota Tasikmalaya, ternyata ditenggarai kerap melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya, AI.

Paman AI, Budi Darmawan (45) mengatakan, bahwa keduanya (Op dan AI) sudah menjalin biduk rumah tangga sudah sekitar 8 tahunan.

Namun selama itu pula, keluarga tersebut kerap diwaranai KDRT, yang dilakukan Op terhadap AI.

”Puncaknya sebelum puasa, akhirnya saya mendampingi keponakan saya melapor ke Polres Tasikmalaya Kota, terkait kasus KDRT tersebut,” jelasnya kepada Radar Sabtu (9/2).

Saat panggilan pertama seluruh keluarga sempat mengusulkan untuk islah, namun dari pihak perempuan menolak usulan tersebut, karena tindakan Op sudah keterlaluan.

”Malahan suaminya itu sering mengancam ke orang tua si istri, karena sifatnya yang temperamen,” katanya.

Kemudian pada hari Jumat (8/5) malam, Op lewat ke depan rumah Budi sambil berbicara dengan nada tinggi.

”Saat itu pak RT dan lain-lain sedang berkumpul di rumah saya, tiba tiba datang dia (Op,red) sambil berkata bahwa dia tidak akan dipenjara. Setelah itu ia pergi ke rumahnya,” jelasnya.

Selang setengah jam ia mendapat telepon bahwa di rumah keponakanya sudah terjadi keributan. Budi langsung meluncur ke lokasi dan di sana sudah ada beberapa orang termasuk Ketua RT setempat.

”Kata ibu-ibu, bahwa Op lari keluar rumah sambil membawa pisau dan tambang, lalu masuk kedalam warung yang jaraknya sekitar 300 meter dari rumah keponakan saya,” katanya.

Warung tersebut langsung terkunci dari dalam, sehingga warga tidak bisa masuk kedalam.

”Sementara itu masyarakat terus berdatangan ke lokasi, tapi saya tahan mereka untuk tidak melakukan apa-apa,” jelasnya.

Sekitar pukul 00.40, akhirnya warga memutuskan untuk mendobrak warung tersebut dan Op kedapatan sudah melakukan aksi gantung diri.

”Jadi tidak ada istilahnya perselingkuhan, lalu Op melakukan aksi bunuh diri,” tegasnya.

Menurut Budi, kemungkinan Op melakukan aksi bunuh diri karena tekanan masa yang datang ke lokasi kejadian.

”Mungkin dia depresi, lalu melakukan aksi bunuh diri, karena saya mendengar bahwa Op sempat akan melakukan penusukan kepada AI, tapi dicegah oleh anakanya yang masih kecil,” terangnya.

(deni nurdiansah)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.