Beranda Jawa Barat Sebelum Meninggal Minta Teh Manis untuk Batalkan Puasa Sunah

Sebelum Meninggal Minta Teh Manis untuk Batalkan Puasa Sunah

32191
0
BERBAGI
Qodrat / Radar Banten RUMAH DUKA. Sudiana Susilaning mengusap air mata saat jenazah putrinya Dianti Dyah Ayu Cahyani Putri dibawa ke masjid untuk di salatkan di Cipocok Jaya, Kota Serang, Selasa (6/2).

Dianti Dyah Ayu Cahyani Putri, korban longsor dinding underpass Bandara Soekarno-Hatta, sempat meminta teh manis kepada petugas yang mengevakuasinya ketika tubuhnya masih tertindih beton yang menahan lehernya dalam musibah longsor pada Senin (5/2) sore lalu. Putri meminta teh manis karena ingin membatalkan puasa sunahnya.

Sobran Y, tetangga orang tua Putri di Kompleks Kota Serang Baru Kawasan Permata Hijau Blok R 2 RT 001 RW Kelurahan Banjar Agung, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, yang sudah seperti kerabat korban mengungkapkan bahwa Putri, sebagaimana diceritakan Sudiana Susilaning, ibunda Putri kepadanya, bahwa pada Senin lalu Putri dalam kondisi berpuasa sunah Senin. Longsor yang terjadi sekitar pukul 17.00 menyebabkan dinding beton underpass Bandara Soekarno-Hatta menimpa mobil yang dikendarainya bersama Mukhmainna Syamsuddin dan membuat ia dan temannya terjebak di dalam mobil. Ketika tiba waktu magrib Putri sempat meminta teh manis kepada orang-orang yang mencoba mengeluarkannya dari reruntuhan beton. “Dia sempet minum teh manis pas masih di dalam mobil,” kata Sobran di rumah duka sebelum proses menyolati jenazah Putri di Masjid Ar Rahmah Kawasan Permata Hijau, Selasa (6/2/).
Akibat longsor itu mobil yang dikendarai Putri ringsek tertimpa beton. Sekitar 10 jam kemudian tubuhnya baru berhasil diangkat dari reruntuhan dan langsung dilarikan ke RSUD Tangerang. Setelah itu Putri dilarikan ke Rumah Sakit Mayapada Kabupaten Tangerang dan meninggal dunia di sana.
Sobran mengungkapkan bahwa sehari-hari Putri dikenal sebagai anak yang baik dan pintar. Meski tidak pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren namun didikan orang tuanya membuat Putri menjadi anak yang taat beribadah. Hal inilah yang menurutnya patut dijadikan contoh oleh remaja atau pemuda-pemudi seusianya. “Puasa Senin Kamisnya rajin,” katanya.
Kepadanya Putri sempat mengungkapkan ingin kuliah di jurusan kedokteran tetapi cita-cita itu kemudian tidak tercapai. Akhirnya Putri masuk jurusan akuntansi di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dan setelah lulus langsung diterima di perusahaan kertas PT Indah Kiat. Setelah itu baru kemudian ia bekerja di GMF Aero Asia. “Baru tanggal 1 Februari kemaren diangkat jadi karyawan tetap di GMF Aero Asia,” ujarnya.
Gatot Cahyono Susanto yang dimintai komentar wartawan mengatakan telah mengikhlaskan putri bungsunya itu dan tidak akan menuntut apa pun kepada kontraktor yang mengerjakan pembangunan underpass Soekarno-Hatta. “Ya udah ikhlas aja,” katanya.
Ia hanya berpesen kepada kontraktor pembangunan agar membangun dengan sebaik-baiknya sehingga tidak mudah jebol dan menimbulkan korban jiwa.
Sudiana Susilaning, ibunda Putri, kepada teman-teman Putri di GMF Aero Asia berpesan agar mukena milik Putri yang saat ini masih berada di musala kantor tidak dikembalikan. Mukena itu dia minta dibiarkan saja berada di musala sehingga dapat digunakan untuk salat. Dengan demikian maka akan menjadi amalan bagi Putri selama mukena itu digunakan untuk ibadah. “Nggak usah (dikembalikan-Red). Biarin di sana biar dipake buat salat,” ujar Sudiana.
Jenazah Putri tiba di rumah duka pukul 10.00 dan disalatkan setelah salat dzuhur. Tampak Wali Kota Serang Tb Haerul jaman hadir dan ikut salat jenazah. Ketika dikuburkan di Tempat Pemakaman Umum Ki Ahmad di Kampung Cengkok, Kecamatan Cipocok Jaya, Jaman pun hadir mendampingi Gubernur Banten Wahidin Halim yang datang belakangan.
Jaman menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga korban dan berdoa agar keluarga diberikan ketabahan menerima ujian ini. Ia juga berdoa semoga Putri diterima amal ibadahnya dan diampuni segala dosanya. Mengenai musibah yang menimpa Putri menurutnya hal itu sudah kehendak dari Tuhan. “Kita tidak bisa berbuat apa-apa kalau sudah kehendak Allah,” ujarnya.
Direktur Keuangan GMF Aero Asia Insan Nurcahyo mengatakan bahwa Putri baru saja diangkat menjadi pegawai tetap perusahaan per 1 Februari 2018 lalu. Putri bekerja di bagian keuangan sebagai financial analyst. Almarhumah di lingkungan kerjanya dikenal sebagai sosok yang rajin ibadah. Karena itu ia merasa yakin Putri meninggal dunia dalam keadaan yang baik (khusnul khotimah). “Insya Allah khusnul khotimah,” kata Insan. (thr/jpg)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here