Sebelum Terlibat Keributan, Fauzi Berniat Membantu Temannya

238
OLAH TKP. Polisi sedang mendengarkan kesaksian salah seorang warga dan melakukan olah tempat kejadian perkara di Kampung Kebon Salak Desa Singaparna Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (8/3). istimewa

TASIK – Sebelum terjadi perkelahian, Fauzi mendapatkan telepon dari seorang temannya yang meminta bantuan untuk meluruskan masalah.

Hal itu dikatakan, kakak Fauzi, Restu Mustofa Kamal (28) saat ditemui Radar di rumah keluarganya di Kampung Cinangsi RT/RW 013/003 Desa Ciawang Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya.

“Saya dengar temannya ada yang mencegat di sekitar Gedung Bupati (Tasikmalaya). Lalu menelepon Fauzi meminta bantuan,” ujar Restu menceritakan.

Baca Juga : Pelajar Kalah Berkelahi, Bapaknya Ikutan lalu Musuh Anaknya Mati

Saat itu, kata Restu, adiknya sedang membakar jagung bersama saudaranya. Namun karena temannya menelepon, Fauzi kemudian mengajak teman lainnya untuk mengantar dan menjemput rekannya yang dicegat di daerah Singaparna.

“Adik saya (Fauzi) langsung berangkat dan niatnya membantu teman satu kampungnya itu,” kata Restu yang mengaku mengetahui kronologinya dari cerita teman Fauzi.

Tetapi ketika Fauzi sampai di lokasi, kata Restu, pemuda yang mencegat rekan Fauzi itu berlari dan pulang ke rumah. “Ketika sudah di lokasi, entah seperti apa. Katanya adik saya sempat didorong kepalanya, sebelum akhirnya dibogem oleh ayah pemuda tersebut,” ungkapnya.

Tak lama setelah itu, tambah Restu, terjadilah keributan. Teman-teman Fauzi yang berjumlah tiga orang tidak terima lalu membantu memisahkan Fauzi dengan ayah pemuda tersebut. “Ya namanya juga teman, pasti suka solider,” tuturnya.

Setelah Fauzi terkapar, cerita Restu, adiknya itu lalu dibawa teman-temannya ke RS SMC Singaparna. Fauzi saat itu tak sadarkan diri.

”Fauzi sempat dibawa pulang (usai diperiksa di RS SMC, Red), karena kondisinya terlihat mulai membaik. Meskipun terus meringis kesakitan,” paparnya.

Tak lama kemudian, sambung Restu, Fauzi merasakan nyeri di bagian kepala belakangnya. Saat itu, pihak keluarga memutuskan kembali membawanya ke RS SMC Singaparna.

”Namun takdir berkata lain, Fauzi keburu meninggal di rumah sakit,” tuturnya.

Restu sendiri saat kejadian sedang berada di Bandung bersama orang tuanya. Dia mengetahui kabar adiknya meninggal dari neneknya. “Karena kalau keluarga besar semua di Bandung, Fauzi tinggal di sini bersama neneknya,” terang dia.

Dia mengaku tak menyangka adiknya meninggal dengan cara seperti ini. Sebab, kata Restu, Fauzi merupakan sosok yang pendiam serta tak banyak bicara.

”Saya mewakili keluarga berharap aparat bisa berlaku adil dan menangkap pelaku,” ungkapnya sambil menitikkan air mata.

Wali Kelas Fauzi, Enur Nurjanah mengaku syok mendengar kabar jika salah satu muridnya telah meninggal. “Saya tahu dari WhatsApps group sekitar pukul 04.00 (8/3). Dan pagi harinya langsung melayat ke rumah duka,” terangnya.

Menurut Enur, keseharian Fauzi di sekolah cukup baik. Dia pun mendoakan agar amal ibadah almarhum bisa diterima di sisi Alloh SWT. ”Dan mudah-mudahan keluarga yang ditinggal diberikan kesabaran,” tandasnya. (obi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.