Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.4%

0.9%

60.8%

2.3%

0.2%

4.4%

19.6%

11.4%

0%

0.1%

0%

0%

Sebut Arti Galuh Brutal, Babe Ridwan Saidi Dikecam Warga Ciamis

173
0
MEMBAHAS. Budayawan se-Kabupaten Ciamis berkumpul di Aula Pasca Sarjana Unigal untuk menyikapi serius pernyataan Ridwan Saidi, Kamis (13/2). IMAN S RAHMAN/RADAR TASIKMALAYA

CIAMIS – Masyarakat Tatar Galuh Ciamis bereaksi keras dan mengecam atas pernyataan budayawan Betawi Ridwan Saidi yang menyebutkan tidak ada kerajaan di Ciamis, prasastinya palsu karena dibuat Belanda dan arti Galuh adalah brutal.

Budaywan Ciamis Aip Saepudin mengatakan pernyataan Ridwan Saidi dalam chanel YouTube Macan Idealis sangat menyakiti warga Galuh. “Saya jelas kaget sekali, padahal bukti sejarah Galuh itu dengan data-data yang valid, baik prasasti, cerita parahyangan, naskah-naskah hingga cerita legenda masyarakat sudah jelas,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (13/2).

Baca juga : KKG Ciamis Cerdaskan Anak Usia Dini dengan Keagamaan

Bahkan, kata dia, pada 1667 ada Gotrasawala yang diadakan di Cirebon, saat itu ada utusan dari Galuh, yakni Singaperbangsa IV. Gotrasawala itu membahas tentang eksistensi kerajaan di nusantara, semua hadir untuk musyawarah.

Bahkan bukti yang lainnya adanya situs Karangkamulyan yang merupakan bekas Kerajaan Galuh. Situs seluas 25 hektare itu sekarang masuk wilayah Kecamatan Cijeungjing, termasuk Situs Astana Gede Kawali tempat prasasti.

“Tentunya semua bukti itu  sudah diakui oleh para peneliti, Jadi pernyataan Ridwan Saidi tidak benar, kami akan segera diskusi menyikapi hal tersebut,” katanya.

Sekjen Balad Galuh Triana Megandara mengatakan, Ridwan Saidi seperti orang tua linglung yang tidak tahu kamus ketika mengartikan kata Galuh. Karena anak muda Ciamis bangga menyandang nama Galuh. Maka dari itu sangat wajar jika warga Tatar Galuh emosi saat Galuh disebut brutal.

Baca juga : Bupati Ciamis & Wali Kota Banjar Resmikan Jembatan Citanduy

“Pernyataan Ridwan Saidi menyakitkan dan permintaan maaf saja tak cukup, karena nama Galuh yang identik dengan Kabupaten Ciamis tidak sertamerta ada begitu saja. Tapi berdasarkan sejarah yang sudah diteliti oleh berbagai pihak, jika dianggap palsu, maka Saidi sudah menyepelekan sejarawan dan ilmu pengetahuan,” ucapnya.

Kemudian, lanjut dia, Saidi buta sejarah ketika menyebutkan tidak ada kerajaan di Ciamis. Padahal, bukti-buktinya sudah ada dan bisa dilihat jejak-jejaknya. “Kami minta Saidi datang ke Ciamis dan melihat sendiri peninggalan kerajaan Galuh yang ada. Saya kira pernyataan Saidi tidak berdasar dan bertanggung jawab,” katanya.

Ketua Umum Keluarga Pelajar dan Mahasiswa (KMP) Galuh Rahayu Ciamis- Yogyakarta Muhamad Imran Hidayat menambahkan, Saidi sudah membelok terkiat sejarah di Ciamis. Hal tersebut sangat disayangkan sebagai sejarawan atas disiplin budaya yang harus saling menghargai dan menghormati.

“Dengan statement seperti itu perlu adanya tanggung jawab moral berdasarkan landasan yang jelas,” tegasnya.

Rektor Universitas Galuh ( Unigal)  Dr H Yat Rospia Brata Drs MSi mengatakan, pihaknya menantang Ridwan Saidi untuk datang ke Ciamis, sehingga bisa membuktikan sejarah Galuh.

“Saya menyayangkan sekali, padahal dia merupakan budayawan, sosoknya dikenal dan suka tampil di acara TV swasta. Pokoknya saya tunggu Saidi di Ciamis, kami akan datangkan para kabuyutan untuk memperlihatkan bukti-bukti sejarah,” ujarnya, menegaskan.

Kepala Disbudpora Kabupaten Ciamis Erwan Dermawan mengatakan, pernyataan Ridwan Saidi ini sudah meresahkan masyarakat Tatar Galuh. “Pernyataannya tidak berlandaskan fakta sejarah dan tidak memiliki referensi yang jelas. Bukti artefak berupa arca dan prasasti pun sudah membuktikan adanya peninggalan sejarah Kerajaan Galuh,” katanya.

Dia mengimbau masyarakat jangan terpengaruh terhadap pernyataan Ridwan Saidi. Namun, semuanya harus tetap mengobarkan semangat kegaluhan dan berpegang teguh pada hasil kajian ilmuwan yang telah menggali bukti-bukti sejarah Kerajaan Galuh. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.