Sebut Teror Bom Pengalihan Isu #2019GantiPresiden, Bu Kepsek SMPN Dipenjara

334
0
ilustrasi
Loading...

JAKARTA – Kepala SMPN di Kalimantan Barat, FS ditetapkan sebagai tersangka terkait postingannya di media sosial Facebook.

Dalam postingannya, FS menyebut teror bom menenggelamkan isu #2019GantiPresiden.

FS ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Barat melakukan gelar perkara dan memeriksa tersangka. Polisi menemukan alat bukti yang cukup untuk menaikkan statusnya sebagai tersangka.

Penyidik menjerat FS dengan pasal 45A ayat 2 jo pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan UU Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

“Statusnya tersangka,” ujar Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Nanang Purnomo.

Loading...

Penetapan status tersangka ini terjadi hanya tiga hari setelah statusnya di akun media sosial beredar. Kini, dia pun harus mendekam di ruang tahanan.

Sebelumnya, FS membuat status di Facebook terkait bom di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur.

“Sekali mendayung 2-3 pulau terlampaui. Sekali ngebom: 1. Nama Islam dibuat tercoreng; 2. Dana trilyunan anti teror cair; 3. Isu 2019 ganti presiden tenggelam. Sadis lu bong… Rakyat sendiri lu hantam juga. Dosa besar lu,” tulis FS di akun Facebooknya.

FS juga menulis status yang menuding teror Surabaya sebagai drama. Bom Surabaya, kata dia, dibuat polisi agar anggaran Densus 88 ditambah.

“Bukannya ‘terorisnya’ sudah dipindahin ke NK (Nusakambangan)? Wah ini pasti program mau minta tambahan dana anti teror lagi nih? Sialan banget sih sampai ngorbankan rakyat sendiri? Drama satu kagak laku, mau bikin drama kedua,” tulisnya.

 

Status FS membuat heboh warganet. Status tersebut dinilai meresahkan, hoaks, dan cenderung menyebarkan ujaran kebencian.

Aparat Satuan Reskrim Polres Kayong Utara pun menangkap FS di kosnya. Ia dibawa petugas Polres Kayong ke Polda Kalbar. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa handphone dan nomor yang digunaka.

FS kemudian diterbangkan ke Polda Kalimantan Barat (Kalbar). Setelah menjalani pemeriksaan, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

FS dijerat dengan pasal 45A ayat 2 Jo pasal 28 ayat nomor 2 UU 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan UU nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Ancaman penjara maksimal 6 tahun dan denda maksimal 1 miliar.

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan bahwa Polri menangkap seorang wanita berinisial FS di Kayong Utara, Kalimantan Barat, Minggu (13/5) pukul 16.00 WIB

Perempuan yang diketahui sebagai Kepala Sekolah SMP di Kayong Utara, Kalimantan Barat itu menulis status di akun Facebooknya soal tragedi di Surabaya sebagai sebuah drama yang dibuat polisi agar anggaran Densus 88 Antiteror ditambah.

(one/pojoksatu)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.