Segera Bereskan Serah Terima Gedung

68
0
BEKERJA. Ahmad Junaedi, anggota Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya (kedua dari kanan) bersama rekan-rekannya di DPRD. Firgiawan / radar tasikmalaya

INDIHIANG – Terlambatnya penyerahan dokumen serah terima atau final hand over (FHO) atas pembangunan tahap II Gedung Tulip RSUD dr Soekardjo tidak boleh mengganggu pelayanan terhadap pasien. Apalagi saat ini kondisi RSUD kekurangan kuota bed rawat karena ruang rawat mitra batik yang lama dirobohkan dan bangunan barunya sedang dibangun.

“Kita minta hal nonteknis semacam itu tidak jadi kendala, yang jadi prioritas sekarang itu kapasitas bed berkurang banyak pasien tertahan di IGD,” ujar anggota Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Ahmad Junaedi kepada Radar, Jumat (29/11).

Menurutnya, fasilitas gedung tulip saat ini harus ditangani. Beberapa peralatan yang kerap jadi masalah salah satunya saluran air. “Jadi mohon segera dituntaskan, khawatir pihak rumah sakit ingin melakukan perbaikan tapi terganjal administrasi,” katanya.

“Kita tidak berharap pasien yang saat ini dirawat di tulip merasa kecewa. Padahal gedung itu bantuan pusat dan provinsi yang spiritnya untuk pelayanan warga kurang mampu,” tutur politisi PKB itu.

Dia menambahkan, sejatinya apabila komunikasi antarpihak terkait pelaksanaan kegiatan pembangunan solid, tentunya hal sesederhana itu tidak perlu menjadi polemik dan bisa selesai sesuai jadwal. “Sesegera mungkin dirampungkan, ini urusan pelayanan kesehatan dan nyawa pasien,” katanya menegaskan.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Dede Muharam menambahkan RSUD tersebut merupakan rumah sakit rujukan bagi daerah sekitar Kota Resik. Otomatis, perlunya pelayanan prima sebagai wajah dan citra daerah dalam mengelola kesehatan. “Kita menyayangkan apabila gara-gara hal administratif berefek terhadap layanan,” kata dia. (igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.