Beranda Kota Tasik Segera Lapor Polisi Jika DC Rampas Kendaraan di Jalan!

Segera Lapor Polisi Jika DC Rampas Kendaraan di Jalan!

42
0
BERBAGI
UNJUK RASA. Aktivis PMII Kota Tasikmalaya berunjuk rasa di DPRD terkait premanisme oknum debt collector, Senin (12/2). (Rangga Jatnika/Radar Tasikmalaya)

INDIHIANG – Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Tasikmalaya menyoal premanisme yang kerap dilakukan oknum debt collector (DC). Aktivitas DC di jalanan meresahkan masyarakat. Hal ini terungkap dalam aksi yang dilaksanakan di Mapolresta Tasikmalaya dan DPRD Kota Tasikmalaya, Senin (12/2).

Koordinator aksi Miftahur Rizqi mengatakan pihaknya beberapa kali mendapat pengaduan masyarakat soal oknum DC yang secara paksa merebut sepeda motor di jalan. Perampasan ini murni tindak pidana. “Itu jelas sudah bertentangan dengan aturan,” katanya kepada Radar.

PMII, terang dia, bukan berarti membenarkan masyarakat yang tidak membayar angsuran sebagaimana mestinya. Akan tetapi, idealnya masalah tersebut diselesaikan secara baik-baik di kantor atau di rumah. “Jangan main rampas begitu saja,” tuturnya.

PMII juga berencana akan membuka posko pengaduan masyarakat kasus perampasan oleh oknum DC. Selanjutnya hal itu akan dikoordinasikan dengan pihak kepolisian yang memilki kewenangan dalam proses hukum. “Kami harap pemerintah juga tidak tinggal diam dengan aksi premanisme DC,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Jeni Jayusman menyambut baik apa yang dipersoalkan para aktivis. Aksi tersebut bisa menjadi pengingat juga untuk berbagai pihak supaya tidak tinggal diam dengan membiarkan masalah ini terus berulang. “Masyarakat pun jika menjadi korban maka sesegera mungkin melaporkannya ke polisi,” paparnya.

Koordinator Professional Collector Tasikmalaya Dian Permana sepakat soal sterilisasi oknum DC yang bertindak tidak sesuai dengan standard operational procedure (SOP). Terkait penggiringan dari lokasi ke kantor leasing, hal itu dilakukan sebagai tindakan persuasif supaya masalah bisa diselesaikan dengan tenang. “Penyelesaiannya juga dilakukan di kantor leasing yang berkaitan dengan kendaraan yang kreditnya macet itu,” tuturnya.

Dian juga membeberkan bahwa saat ini diestimasi secara nasional ada 10 ribu mobil dan 25 ribu sepeda motor yang bermasalah dalam satu bulan. Untuk wilayah Tasikmalaya pun jumlahnya tidak sedikit. Bahkan ada juga mobil kreditan yang kembali digadai atau diperjualbelikan. “Dari jumlah itu sekitar 13 persen di Tasikmalaya,” terangnya.

Jika memang ada konsumen yang merasa dirugikan atas tindakan DC di lapangan, idealnya diadukan ke Balai Penyelesaian Sengketa Kon­sumen (BPSK). Pihaknya tidak menerima jika mendiskreditkan DC seolah penjahat yang merebut kendaraan di jalanan. “Lagian kalau memang tidak mau membayar cicilan beli saja secara cash. Tidak perlu memaksakan diri,” tuturnya.

(rga)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here