Sebagai Upaya Meningkatkan Pendapatan dari Sektor Pajak

Segera Naikkan NJOP Tanah

273
0
Usep Basuki Eko

GARUT KOTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut akan melakukan perbaikan data dan dokumen untuk menaikan nilai jual objek pajak (NJOP) tanah. Langkah itu dilakukan untuk meningkatkan pendapatan daerah dari sektor pajak.

“Pemutakhiran NJOP ini harus dilakukan karena daerah lain sudah terlebih dahulu melakukannya. Garut ini jauh tertinggal dari daerah yang masih berdekatan,” ujar Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Garut Usep Basuki Eko di kantornya Rabu (20/3).

Menurut dia, pemutakhiran data NJOP tanah akan berdampak pada pendapatan dari pajak bumi dan bangunan (PBB). Dengan naiknya nilai NJOP, nilai pajak dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) juga ikut naik. “NJOP dan BPHTB ini kaitannya sangat erat. Jadi itu sangat penting dilakukan (kenaikkan NJOP, Red),” terangnya.

Eko menerangkan selama ini nilai mayoritas data NJOP tanah di Garut masih menggunakan data tahun 2011, sehingga besaran nilai PBB terbilang kecil. “Padahal jika dihitung saat ini tentu jumlahnya telah naik beberapa kali lipat dibanding sebelumnya,” kata dia.

Dalam memperbaiki nilai NJOP tanah, pihaknya tidak akan melakukan di seluruh kecamatan. Langkah pertama dilakukan di tujuh kecamatan, yakni Garut Kota, Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, Banyuresmi, Leles, Kadungora dan Leuwigoong. “Minimal di kecamatan itu dulu, baru tahun depan ke wilayah lain,” ujarnya.

Untuk mendukung rencana pemutakhiran NJOP, pihaknya akan menggandeng Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung. “Kalau NJOP sudah naik, kita juga akan menciptakan sistem dalam melakukan pembayaran BPHTB, jadi masyarakat tidak bisa berbohong,” katanya.

Ketika langkah yang dilakukan itu berhasil meningkatkan pendapatan daerah dari sektor pajak, pihaknya akan menerapkan kompensasi pajak berkeadilan bagi wajib pajak. “Jadi wajib pajak yang nilainya kecil-kecil itu akan dibebaskan dan kami akan mengoptimalkan dari wajib pajak yang nilainya besar,” ujarnya.

Dikatakannya, saat ini wajib pajak di Kabupaten Garut ada 1,3 juta orang. Dari jumlah itu, 420 ribu wajib pajak nilai pajaknya di kisaran angka Rp 2.000 sampai Rp 5.000. “Tidak masalah kita hilangkan wajib pajak dengan nominal kecil-kecil ini, tapi kita fokus kepada yang besar,” terangnya.

Dengan menaikan NJOP, dirinya optimis target pajak dari sektor PBB tahun ini yang jumlahnya Rp 42 miliar bisa terealisasi. “Kami optimis itu bisa tercapai jika ini sudah dilakukan,” terangnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.