Antisipasi Praktik Pungli di Lingkungan Disdik

Segi Meminta Pengawasan Diperketat

62
0

TAROGONG KIDUL – Serikat Guru Indonesia (Segi) Kabupaten Garut memastikan menerima laporan dari beberapa CPNS tentang dugaan pungutan liar (pungli). Namun Segi kesulitan membuktikan dugaan pungli karena tidak memiliki bukti kuat.

“Buktinya kan harus ada kwitansi, tetapi ini tidak ada. Kalau tindakannya (pungutan) memang ada,” ujar Ketua Segi Garut Apar Rustam Alfalah kepada Rakyat Garut, Rabu ( 19/6).

Apar mengaku wajar bila Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Totong menyatakan bahwa kasus tersebut tidak ada. Menurut dia, Disdik pasti tidak akan menemukan bukti adanya pungutan terhadap para guru CPNS. “Ini kan bukan OTT (operasi tangkap tangan). Ini hanya pengakuan dari para guru yang jadi korban kemudian lapor kepada kami,” katanya.

Mengantisipasi pungli ke depan, dia meminta Dinas Pendidikan lebih melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap para pegawainya. “Kalau tidak ada pengawasan, tetap guru yang akan menjadi korbannya,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut Totong memastikan tidak ada pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum Koordinator Wilayah (Korwil) Disdik tingkat kecamatan kepada guru CPNS di Kecamatan Cikelet.

“Hasil penelusuran kami tidak menemukan adanya informasi iuran ilegal itu,” kata Totong kepada wartawan usai membuka perpisahan siswa SMPN 2 Tarogong Kidul di Graha Intan Balarea Selasa (18/6).

Korwil Kecamatan Cikelet Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Rohendi pun sebelumnya membantah meminta sejumlah uang kepada para guru CPNS. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.