Sehari, 18 Warga Kota Banjar Terpapar Covid-19

31
0
Loading...

BANJAR – Orang terkonfirmasi positif Covid-19 kembali mengalami peningkatan. Hasil swab test PCR menunjukkan ada penambahan sebanyak 18 orang. Rata-rata orang yang rerkonfirmasi virus corona terpapar dari orang yang sudah positif sebelumnya.

“Hasil tracking ada 18 orang yang terkonfirmasi positif sekaligus hari ini (kemarin, Red). Jumlahnya naik signifikan,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Banjar Agus Nugraha, Senin (25/1).

Ia menjelaskan orang terkonfirmasi positif di antaranya berinisial W perempuan (34) asa Waringinsari. AS laki-laki (60) asal Muktisari. SH perempuan (17) asal Muktisari. SN perempuan (65) asal Miktisari, ES perempuan (65) asal Muktisari, ASS laki-laki (12) asal Muktisari, A perempuan (86) asal Muktisari, M perempuan (51) asal Kujangsari.

Kemudian N laki-laki (33) asal Kujangsari, S perempuan (48) asal Muktisari. HS laki-laki (38) asal Mekarsari, D perempuan (52) asal Parunglesang, M perempuan (49) asal Mekarsari, FN perempuan (24) asal Banjarkolot. Kemudian GS perempuan usia (20) asal Banjarkolot. JH perempuan (33) asal Binangun, DR (23) asal Binangun dan PP laki-laki (15) asal Mekarsari.

Baca juga : Satgas Covid-19 Kota Banjar Terus Awasi Pasar

loading...

Dengan penambahan itu, jumlah orang positif Covid-19 berjumlah 183 orang. Sebelumnya pada Minggu (24/1), orang terkonfirmasi positif bertambah 8 orang.

“Penambahan sebanyak 8 orang pada Minggu (24/1). Kebanyakan kontak erat dengan pasien sebelumnya. Delapan orang itu dari Pataruman, Parungsari, Cimenyan, Batulawang dan Banjar Kolot,” kata Agus Nugraha.

Orang yang dinyatakan positif Covid-19 hasil swab test diperbolehkan menjalani isolasi mandiri di rumah, dengan syarat tidak mengalami gejala sakit. Sementara yang mengalami sakit sedang hingga berat maupun memiliki riwayat penyakit penyerta harus menjalani isolasi khusus di rumah sakit.

“Sudah ada aturan Perwal untuk menjalani isolasi mandiri di rumah. Kalau yang bergejala harus dirawat di ruang isolasi khusus di rumah sakit,” katanya.

Saat ini untuk memutus mata rantai Covid-19 diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar. Pegawai pemerintah pun melakukan work from home (WFH) secara bergantian, kemudian operasional pertokoan atau tempat usaha dibatasi. (cep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.