Sehari, 80 Warga Garut Positif Corona, Kluster Keluarga Paling Banyak

875
0
Loading...

TAROGONG KIDUL – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut melaporkan penyebaran virus corona atau Covid-19 di Garut terus mengalami peningkatan setiap harinya. Rabu (26/11) saja, dilaporkan ada 80 kasus konfirmasi positif Covid-19.

Dari jumlah kasus itu, kebanyakan tertular dari klaster keluarga. “Paling banyak sekarang klaster keluarga, tetapi bank juga ada. Sekarang banknya sudah ditutup,” ujar Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut Yeni Yunita kepada wartawan, Kamis (27/11).

Yeni mengatakan klaster keluarga penyebaran Covid-19 di Garut saat ini sudah menyebar bukan hanya di kawasan perkotaan. Tetapi, sudah menyebar hingga ke daerah-daerah. Dari data tim gugus tugas, saat ini hanya ada empat kecamatan yang masih berstatus zona hijau.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut dr Leli Yuliani mengatakan meski ada penambahan kasus terkonfirmasi positif mencapai 80 orang, sampai saat ini kapasitas ruang isolasi masih terbilang cukup.

“Sekarang masih cukup, tapi kita lagi mempersiapkan tempat lainnya, sekarang lagi disiapkan di rusun (rumah susun), bed (ranjang) belum datang semua, tapi minggu depan sudah bisa dipakai buat isolasi,” katanya.

Loading...

Baca juga : Kasus Covid-19 Melonjak, Ruang Isolasi RSUD Garut Penuh

Dengan penambahan rumah susun Munjul sebagai tempat isolasi, menurut Leli, ada tambahan ruang isolasi hingga 100 kamar, bahkan bisa 200 kamar jika memang terpaksa. Karena, tiap rusun memiliki ruangan-ruangan yang bisa digunakan untuk ruang isolasi.

Dari semua tempat isolasi yang disiapkan, menurut Leli, ada dua tempat yang sebenarnya bukan fasilitas kesehatan, yaitu Balai Diklat Keluarga Berencana (KB) yang saat ini sudah penuh diisi pasien yang menjalani isolasi dan rumah susun Munjul.

Dua tempat isolasi yang bukan fasilitas kesehatan itu, kata dia, telah disiapkan tenaga kesehatan dan non tenaga kesehatan untuk bertugas.

Tenaga kesehatan dan non kesehatan tersebut, ada yang sifatnya penugasan dari tenaga medis yang ada ditambah dengan relawan.

“Sejak awal pandemi Covid, kita memang sudah melakukan perekrutan relawan tenaga kesehatan dan non tenaga kesehatan,” katanya.

Ketika ditanya jumlah relawan yang telah ada dan akan direkrut, menurut Yeni, jumlahnya akan disesuaikan dengan kebutuhan. Karena, ada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) yang mengatur hal tersebut.

“Misalnya, pasien yang dirawat 50, dokternya berapa dan nakesnya berapa, ada perhitungannya sesuai dengan Permenkes, kalau yang di Diklat KB itu, ada 20 nakes dan non nakes,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.