Sehari, 99 Warga Garut Positif Corona, Muncul Kluster-Kluster Baru

112
0
BANTUAN. Anggota DPRD Garut dari Fraksi PDIP Garut memberikan bantuan ke Pondok Pesantren Zawiyah di Kecamatan Samarang yang diberlakukan PSBM setelah 38 santri positif Covid-19. Yana Taryana / Rakyat Garut
Loading...

GARUT KOTA – Penambahan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Garut terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kabupaten Garut sampai Sabtu (7/11) pukul 23.30, total kasus positif Covid-19 di Garut sebanyak 915 kasus.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 611 orang sudah sembuh, 287 orang menjalani isolasi dan perawatan di rumah sakit dan 17 orang meninggal dunia.

“Untuk hari Sabtu saja itu ada penambahan 99 orang. Itu paling banyak dari klaster pesantren,” ujar Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr Leli Yuliani kepada wartawan, Minggu (8/11).

Menurut dia, dari 99 orang warga yang terpapar itu, terbagi menjadi beberapa klaster, mulai pesantren, rumah sakit swasta, puskesmas, hingga keluarga. Dari beberapa klaster tersebut, kata dia, paling banyak itu dari klaster pesantren yang mencapai 38 orang.

Baca juga : Pemkab Garut Siapkan 75 M untuk Penanggulangan Bencana

“Untuk klaster pesantren ini berada di Kecamatan Samarang. Saat ini sudah dalam penanganan tim Gugus Tugas,” ujarnya.

Loading...

Leli menerangkan, dari 99 warga yang terkonfirmasi positif ini, untuk yang memiliki gejala diisolasi dan dirawat di Rumah Sakit dr Slamet, sementara untuk yang tidak punya gejala diisolasi di Rumah Sakit Medina Wanaraja.

Dengan adanya penambahan kasus positif yang cukup signifikan ini, kata dia, pihaknya akan mengambil berbagai langkah supaya kasus penyebaran virus corona di berbagai klaster ini tidak meluas.

“Untuk di fasilitas kesehatan seperti puskesmas sudah kita ambil langkah menutup sementara pelayanan. Untuk rumah sakit swasta, Pak Bupati masih melakukan komunikasi dengan pihak rumah sakit,” ujarnya.

Selain itu, tim tracking dan tracing pun saat ini sedang turun ke lapangan untuk melakukan penelusuran kepada mereka yang sempat melakukan kontak erat dengan pasien.

“Kita akan bekerja ekstra untuk memutus rantai penyebaran. Sebagaimana perintah Pak Bupati, semua yang positif harus diisolasi dan tim melakukan penelusuran dengan detail,” terangnya.

Sementara itu, Camat Samarang yang juga anggota Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Garut Neneng Martiana mengatakan, saat ini pihaknya sudah mengevakuasi 38 santri dan pengurus Pondok Pesantren Zawiyah di Kecamatan Samarang yang dikonfirmasi positif Covid-19 ke rumah sakit untuk menjalani karantina. “Ada 38 orang, semuanya dibawa ke rumah sakit, ke Medina. Kondisinya sehat, OTG (orang tanpa gejala),” katanya.

Penularan virus corona penyebab Covid-19 di Pondok Pesantren Zawiyah, menurut dia, terdeteksi dari pemeriksaan terhadap 73 santri dan pengurus pesantren yang hasilnya menunjukkan ada 38 santri dan pengurus pesantren yang terserang virus corona.

Setelah penularan virus corona terdeteksi di pondok pesantren tersebut pada Sabtu (7/11) petang, Neneng mengatakan, Gugus Tugas tingkat kecamatan membuat posko untuk menerapkan PSBM di lingkungan pesantren tersebut.

“Jadi kami buat posko di sini untuk membatasi interaksi orang, tidak boleh ada yang masuk ke pesantren, kita jaga ketat,” terangnya.

Menurut dia, santri dan pengurus pondok pesantren yang tidak tertular Covid-19 masih melakukan aktivitas sebagaimana biasa dengan pengawasan dari Gugus Tugas. “Kondisinya sehat semua, tadi pagi semua kita edukasi, diajak olahraga agar mereka imunnya naik,” terangnya.

Ia menambahkan bahwa bantuan pangan dan masker dari warga dan organisasi sudah mengalir ke pesantren. “Mereka yang memberi bantuan tidak bisa masuk, tetap jaga jarak dan mematuhi protokol kesehatan,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.