Sehari Diisolasi, PDP di Kota Tasik Meninggal

9992
0
IST. DILENGKAPI APD. Petugas Pemulasaraan RSUD dr Soekardjo mengangkut jenazah PDP yang meninggal untuk dimakamkan dengan standar protokol Covid-19, Senin (27/4).

TASIK – Lagi, satu warga Kota Tasikmalaya yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 meninggal dunia saat diisolasi di RSUD dr Soekardjo, Senin (27/4).

Sekretaris Gugus Tugas Kota Tasikmalaya Drs H Ivan Dicksan mengatakan pasien tersebut masuk ke RSUD dr Soekardho sehari sebelumnya.

Pria paruh baya tersebut menunjukkan gejala pneumonia, salah satu infeksi pada jaringan dan kantong udara di paru-paru yang disebabkan oleh virus, bakteri dan jamur sehingga dilakukan isolasi. “Baru masuk isolasi sekitar sehari,” ungkapnya saat dikonfirmasi Radar, kemarin.

Baca juga : Banjarsari Ciamis jadi Zona Merah, 1 ABG Warganya Positif Corona Sepulang Belajar di Kota Tasik

Untuk hasil rapid test-nya, kata Ivan, almarhum memang menunjukkan reaksi negatif dari Covid-19. Sebelumnya tim medis pun sudah mengambil sampel swab test agar memastikan pasien tersebut terinfeksi Covid-19 atau bukan. “Hasil pemeriksaan swab test-nya masih menunggu,” tuturnya.

Sebagai antisipasi, sambung Ivan, pemulasaraan dan pemakaman pasien dilakukan dengan standar protokol penanganan Covid-19.

Jenazah dimakamkan di Cisapi Kecamatan Kawalu, lahan hasil hibah dari Yayasan Bakti Tasikmalaya bagi pasien Covid-19 yang meninggal. “Pemakamannya kita terapkan standar pemakaman pasien Covid-19 sebagai antisipasi,” jelasnya.

Dari informasi yang dihimpun Radar, pasien yang meninggal tersebut sudah 4 tahun tinggal di panti jompo. Empat bulan terakhir, dia tidak melakukan kontak dengan keluarganya yang berada di Kota Tasikmalaya. Sehingga belum tentu dia tertular virus corona.

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr Uus Supangat mengatakan perkembangan kasus Covid-19 saat ini terbilang landai.

Bahkan pasien positif pun sudah hampir sepekan tidak ada penambahan. “Mudah-mudahan ke depannya tidak ada penambahan lagi,” terangnya.

Baca juga : Prihatin Kondisi Covid-19 di Kabupaten Tasik, Tokoh Muda Lakukan Ini..

Menurutnya, hal ini efek dari kebijakan larangan mudik, di mana kedatangan perantau lebih minim. Karena lonjakan pasien sebelumnya akibat kedatangan warga yang tertular dari daerah terpapar.

“Makanya setelah kedatangan warga lebih ditekan, jumlah ODP saja sekarang penambahan lebih sedikit,” tuturnya.

Namun demikian, situasi ini bukan berarti membuat petugas bisa bersantai. Pihaknya harus tetap fokus menangani warga yang masuk dalam kategori ODP, OTG, PDP dan pasien positif.

“Karena potensi penularan tetap ada, khususnya dari OTG pernah melakukan kontak dengan pasien positif,” jelasnya. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.