Penutupan Pendaftaran hingga 10 Oktober 2018

Sehari Dua Juta Pelamar CPNS

6

JAKARTA – Badan Ke­pe­gawai­an Ne­gara (BKN) ber­sama d­eng­an Direk­torat Jen­deral Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Duk­capil) sepakat hanya menerima pe­la­mar CPNS 2018 sebanyak 2 juta akun pelamar per hari.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) BKN Mohammad Ridwan, permintaan tersebut bertambah dari jumlah sebelumnya yakni 1 juta akun pelamar dalam sehari. Akan tetapi, mengingat banyaknya antusias pelamar ikut seleksi. Maka Dirjen Dukcapil membolehkan untuk mengakses 2 juta NIK sehari bagi pendaftaran akun SSCN.  “Dengan jumlah pelamar 2 juta akun per hari tidak akan menimbulkan masalah. Dari hasil pengalaman pembukaan lowongan CPNS tahun sebelumnya,” ujar Ridwan kepada dikonfirmasi Fajar Indonesia Network (FIN), Kamis (27/9).

Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh, pihaknya hanya memberikan jumlah kuota sebanyak 2 juta akun dalam sehari. Hal itu atas permintaan dari BKN selaku panitia seleksi nasional CPNS. “Kami dukung penuh BKN. Pokoknya minta berapapun saya beri. Tidak perlu bernegosiasi, karena semua permintaan yang sesuai kebutuhan pasti dipenuhi,” kata Zudan kemarin.

Bahkan, jika BKN merasa jumlah 2 juta masih belum mencukupi, pihaknya siap menambah kuota jika memang dibutuhkan. “Tanpa meminta tambahan kuota pun kita bisa langsung melakukan penambahan. Bisa tambah jadi 5 juta bila diperlukan. 10 juta juga okay. Pokoknya minta berapapun saya beri. Ini diskresi Dirjen untuk mendukung seleksi CPNS berbasis NIK,” bebernya.

Dijadwalkan pendaftaran online melalui portal SSCN telah dibuka sejak 26 September 2018 dan berakhir pada 10 Oktober 2018 mendatang. Informasi mengenai formasi dan syarat jabatan yang dibuka pada rekrutmen CPNS, selain dapat dilihat di laman SSCN juga bisa diakses website K/L/D yang membuka rekrutmen.

“Maka kita imbau pelamar tidak buru-buru melakukan pendaftaran, karena data yang sudah diinput pelamar di portal SSCN tidak dapat diubah,” tuturnya.

**Kemenkumham Paling Diserbu

Proses pendaftaran CPNS 2018 resmi dibuka sejak Rabu (26/9). Hari kedua pembukaan pendaftaran, tercatat ada 10 Kementerian/Lembaga/Instansi daerah yang paling banyak diburu oleh pencari lapangan pekerjaan.

Terbanyak yakni Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kejaksaan Agung, Provinsi Jawa Tengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pemerintah Kota Bandung, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertahanan Nasional, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Mahkamah Agung.

Hasil update Badan Kepegawaian Nasional (BKN), sampai saat ini terhitung sudah 10.113 pelamar yang berstatus selesai memilih instansi dan formasi artinya sudah melewati 4 tahapan alur registrasi dalam SSCN.

Sementara, akun yang sudah terverifikasi oleh instansi masing-masing dengan melewati 5 tahapan alur registrasi SSCN mencapai 1.261 pelamar. Hingga pukul 17.07 WIB, pelamar sudah dapat melakukan registrasi ke 372 K/L/D atau 62 persen dari keseluruhan instansi yang membuka rekrutmen.

Memang masih ada beberapa instansi yang belum membuka rekrutmen CPNS. Hal ini akibat masih banyaknya instansi yang meminta untuk melakukan revisi formasi ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB).

Namun BKN optimis verifikasi tersebut bisa terselesaikan mengingat waktu pendaftaran yang cukup lama. “Itu risiko yang harus ditanggung oleh instansi yang terlambat. Itu sudah kami tegaskan sejak awal. Namun demikian, dengan range waktu masih cukup antara 26 September-10 Oktober,” papar Kepala Biro Humas BKN, Mohammad Ridwan.

Ridwan enggan berandai-andai jika sudah batas akhir pendaftaran masih ada instansi yang belum mengumumkan penerimaan seleksi CPNS. “Kita positif saja, pasti semua bisa. Pagi tadi baru 177 instansi, siang sudah 245. Kami terus bekerja bergantian siang dan malam,” sambungnya.

Ridwan menegaskan kembali bahwa informasi mengenai formasi dan syarat jabatan yang dibuka pada rekrutmen CPNS tahun 2018 telah diverifikasi BKN, selain dapat dilihat di laman SSCN juga dapat dilihat pada website K/L/D yang membuka rekrutmen.

Penginputan data dalam proses pendaftaran dapat dilakukan secara bertahap sampai batas waktu pendaftaran yang ditetapkan. Pelamar diimbau untuk mencermati pengisian data agar tidak terjadi salah input, karena perbaikan data tidak dapat dilakukan setelah centang dan klik kolom Akhiri dan Proses Pendaftaran. (hrm/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.