Beranda Edukasi Sehari Rata-Rata Membaca Buku Cuma 30-59 Menit

Sehari Rata-Rata Membaca Buku Cuma 30-59 Menit

102
BERBAGI

JAKARTA – Minat baca masyarakat In­do­nesia masih rendah. Dari penelitian Per­pustakaan Nasional Indonesia, dalam sehari rata-rata orang membaca buku kurang dari sejam. Dalam setahun hanya menyelesaikan lima hingga sembilan buku.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menuturkan berdasarkan penelitian Perpustakaan Nasional pada 2017 itu, frekuensi membaca orang Indonesia rata-rata hanya tiga hingga empat kali per minggu. Mereka membaca buku per hari rata-rata cuma 30-59 menit.

”Data ini menunjukkan bahwa minat baca masyarakat harus ditingkatkan. Salah satunya dengan mem­fasilitasi kebutuhan buku masyarakat,” ujar Puan dalam pembukaan rapat koordinasi nasional bidang perputakaan di gedung Perpustakaan Nasional kemarin (26/3) yang juga dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ketua DPD Oesman Sapta Odang.

Data yang dirilis Perpusnas menunjukan tingkat kegemaran membaca masyarakat Indonesia hanya 36,48 atau tergolong rendah. Sesuai dengan pemeringkatan Programme for International Student Assessment (PISA) yang dilakukan tiap tiga tahun sekali oleh OECD (Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi), Indonesia menempati peringkat 69 dari 76 negara. Penelitian itu dilakukan pada siswa usia 15 tahun pada 2015 lalu. Dari penelitian tersebut skor membaca siswa juga dibawah rata-rata.

Lebih lanjut, Puan menuturkan megahnya gedung perputakaan nasional setinggi 24 lantai, dengan koleksi 3,6 juta buku, mestinya ramai pula oleh pengunjung yang membaca buku atau koleksi lain. Dia menyarankan perlunya dibuat program-program yang menarik untuk masyrakat.

”Tak bisa hanya dipaksakan membaca, membaca, membaca, namun tanpa kita memberikan fa­silitas­nya untuk buku-buku tersebut,” ungkap dia.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menuturkan, untuk meningkatkan minat baca, bisa dengan berbagai cara. Misalnya dengan mobil perpustakaan keliling, membuat perpustakaan di tempat-tempat ramai seperti mal dan mempermudah untuk peminjaman buku dengan bantuan jasa ojek online. ”Dapat juga soal waktu, kalau hari kerja orang susah. Perpustakaan di kampus luar negeri buka sampai malam pukul 22.00,” kata JK menyarankan. (jun/ttg/jpg)

Facebook Comments

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.