Sehari, Tujuh Rumah Terbakar

64
0
PADAMKAN API. Beberapa warga mencoba memadamkan api di Kelurahan Paminggir Kecamatan Garut Kota Selasa (11/6). Di kecamatan tersebut ada enam rumah yang terbakar. Di hari yang sama kebakaran juga terjadi di Leuwigoong. yana taryana / rakyat garut
Loading...

GARUT KOTA – Tujuh unit rumah semi permanen di dua tempat berbeda terbakar Selasa (11/6). Enam unit rumah di Kecamatan Garut Kota dan satu rumah di Leuwigoong.

Kebakaran pertama terjadi sekitar pukul 09.45 di Kampung Sayuran Kelurahan Paminggir Kecamatan Garut Kota. Di lokasi itu enam rumah terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu, hanya saja kerugian materil mencapai ratusan juta rupiah.

Kanit Reskrim Polsek Garut Kota Ipda Amirudin Latif menduga kebakaran bermula dari arus pendek listrik dari sebuah rumah penjual seblak. “Api pertama muncul dari rumah ibu Ai (40) (penjual seblak),” katanya kepada wartawan kemarin.

Menurut dia, dalam kejadian tersebut api cepat membesar karena banyak material rumah yang mudah terbakar. Selain itu lokasi pemukiman padat penduduk, sehingga petugas pemadan kebakaran kesulitan. “Api cepat merembet dan membakar enam rumah yang ada di sampingnya. Serta ada empat rumah yang terkena dampak kebakaran itu,” katanya.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut Satriabudi menyebut butuh waktu sekitar satu jam untuk memadamkan api. “Kami turunkan tiga unit mobil damkar dan satu penyuplai air untuk memadamkan api. Lokasinya ada di gang, jadi cukup sulit lakukan pemadaman,” kata Budi

Selain di Garut Kota, tambahnya, kebakaran juga terjadi di Kecamatan Leuwigoong. Satu unit rumah semi permanen di Kampung Kaum Luwuk Desa Leuwigoong ludes terbakar. “Kejadiannya jam 02.30. Diduga masih dari arus pendek listrik. Warga melihat api dari atap rumah,” ujarnya.

Rumah berukuran 4×6 meter itu bisa dipadamkan 30 menit kemudian setelah tiga unit mobil pemadam datang. Meski tak ada korban, kerugian ditaksir Rp 200 juta. “Kami imbau agar warga lebih berhati-hati soal listrik. Apalagi sekarang masuk musim kemarau,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.