Sejak 2014, Proyek Air Baku Balokang Patrol Kota Banjar Belum Bermanfaat

46
0
UJI COBA. BBWS dan PDAM tahun 2017 lalu berada di atas bak penampung saat melakukan uji coba produksi air baku di Intake Balokang Patrol.
UJI COBA. BBWS dan PDAM tahun 2017 lalu berada di atas bak penampung saat melakukan uji coba produksi air baku di Intake Balokang Patrol.
Loading...

BANJAR – Air baku Balokang Patrol di Desa Jajawar Kecamatan Banjar sudah dibangun sejak 2014 oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy. Proyek yang sudah menghabiskan anggaran hampir Rp 20 miliar itu akan kembali dilanjutkan.

“Jangan menjadi proyek yang sia-sia bagi masyarakat, karena digelontorkan dari uang rakyat. Manfaatnya harus dirasakan oleh masyarakat,” kata pemerhati pemerintahan Sidik Firmadi, Minggu (14/2/2021).

Tahun ini, Kementerian PU melalui BBWS kembali menggelontorkan anggaran untuk memasang pipa baru. Pipa yang sudah dipasang sebelumnya rusak dan tidak bisa difungsikan. Rusaknya saluran pipa dari intake di Balokang Patrol menuju Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Situ Batu sekitar 4,6 kilometer itu terbukti pada uji coba tahun lalu usai pemasangan kembali KwH.

Air baku dari Sungai Citanduy diuji alir ke IPA, namun tak berhasil karena pipa penyalurnya bocor. “Pengawasannya harus diperketat, semua pihak harus ikut mengawasi. Tidak selayaknya proyek yang dibangun dari 2014 belum juga bisa difungsikan,” kata Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Banjar Ramdhani Bin Rasikun.

PPK Air Tanah dan Air Baku BBWS Citanduy Insan Prasasti sebelumnya mengatakan butuh dukungan dari masyarakat untuk pembangunan pipa baru yang akan segera dikerjakan dalam waktu dekat ini.

loading...

“Kami minta dukungan dari semua pihak, khususnya masyarakat. Sarana air bersih ini harus bisa beroperasi tahun ini. Mudah-mudahan sesuai harapan,” kata Insan saat sosialisasi dengan masyarakat di Desa Jajawar baru-baru ini.

Baca juga : Jangan Kecewa 2 Kali, HMI Minta Dewan Awasi Proyek Air Baku Balokang Patrol Kota Banjar

Balokang Patrol sendiri belum diserahterimakan asetnya kepada Pemkot Banjar lantaran belum difungsikan. “Selain Balokang Patrol, ada juga IPA di Situ Batu atau bangunan ultra filtrasi dan bangunan Satuan Pengolahan Air Minum (SPAM). Fasilitas operasional produksi air bersih itu sudah dibangun oleh Bidang Cipta Karya Provinsi sejak lama, namun belum pernah diserahkan aset kepemilikannya ke Pemkot Banjar. Totalnya ada sekitar Rp 36 miliar, tapi kami menargetkan dua bangunan dulu dengan nilai aset mencapai Rp 20 miliar,” kata Direktur PDAM Tirta Anom Kota Banjar E Fitrah Nurkamilah.

Dua fasilitas itu saling terintegrasi untuk menyuplai air bersih ke masyarakat. Intake Air Baku Balokang Patrol di Desa Jajawar dibangun BBWS Citanduy, sementara IPA Situ Batu dibangun Bidang Cipta Karya Provinsi Jabar. Alur teknisnya, air baku dari Sungai Citanduy di Desa Jajawar disedot kemudian ditampung di bak penampung di intake Balokang Patrol. Kemudian, dialirkan sejauh 4,69 kilometer ke IPA di Situ Batu.

Di IPA Situ Batu, kemudian air sungai itu diolah dan difiltrasi hingga menjadi air bersih yang siap dialirkan ke rumah pelanggan PDAM. “Kami meminta pemerintah dan semua pihak serius mengerjakan proyek itu. Karena tujuan dibangunnya proyek itu untuk mengatasi kesulitan air bersih di beberapa desa dan kelurahan di Kecamatan Banjar,” kata tokoh pemuda Kota Banjar, Andi Maulana.

Sebelumnya, Kapolres Banjar AKBP Melda Yanny mengultimatum BBWS Citanduy dan rekanan yang memenangkan tender pemasangan Pipa Balokang Patrol ke IPA Situ Batu.

“Jangan sampai ada kesalahan, kalau ada kesalahan, saya akan periksa bersama dengan kejaksaan. Karena proyek ini sudah dinanti-nanti, jangan sampai tidak ada manfaatnya,” ucap AKBP Melda Yanny saat menghadiri sosialisasi di Desa Jajawar belum lama ini. (cep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.