Sejak Awal Tahun, 23 Warga Kota Tasik Idap DBD

121
0

KOTA TASIK – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya saat ini mengalami peningkatan, terutama sejak memasuki musim penghujan di awal tahun 2020.

Meski tak ada korban jiwa, namun 23 warga Kota Tasik terserang gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

Kepala Bidang Pencegahan Penanggulangan dan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya, Suryaningsih mengatakan, kasus DBD ini di awal Januari terjadi 13 kasus. Hingga Minggu (26/1) sore, kasusnya naik menjadi 23 kasus.

Baca juga : HEBOH.. Pria Ini Mau Maling Ayam, Kepergok Warga, Malah Melawan Keluarkan Clurit & Golok

Masyarakat disarankan harus waspada dan melakukan langkah antisipasinya dengan melakukan kegiatan Menguras, Menutup dan Mengubur (3M).

“Tercatat 23 kasus dan tersebar di 10 Kecamatan mulai dari Tawang, Cihideung, Cipedes, Indihiang, Mangkubumi, Cibeureum, Tamansari, Kawalu, Purbaratu dan Bungursari,” ujarnya kepada wartawan.

“Namun, antisipasi yang harus dilakukan sekarang salah satunya membuat gerakan satu rumah satu pemantau jentik (Jumantik) dan untuk sekarang ini Dinkes juga akan berupaya melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN),” sambungnya.

Suryaningsih menerangkan, selama ini warga masih kurangnya memperhatikan kebersihan lingkungan utamanya tidak pernah Menguras bak mandi, Menimbun barang bekas hingga Menutup genangan air.

Sedangkan, langkah itu harus diambil dengan menyosialisasikannya secara berkesinambungan melalui petugas puskesmas dan melibatkan RT/RW siaga.

“Untuk mengantisipasi jentik nyamuk Aedes aegypti tumbuh menjadi dewasa, selain dengan ikan Cupang juga bisa dengan fogging dan tabur obat abate. Akan tetapi, fogging memang hanya mematikan nyamuk dewasa saja dan tidak mematikannya jentiknya yang bisa tumbuh menjadi dewasa,” jelasnya.

(rezza rizaldi )

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.