Sejak Selasa Ada 1000 Pendatang Masuk Kota Tasik, Ini Masuk ODP?

5712
0

KOTA TASIK – Sejak hari pertama penerapan Pembatasan Orang masuk ke Kota Tasikmalaya, Selasa (31/03) kemarin, belum didapat secara pasti angka pendatang yang masuk ke Kota Resik julukan Kota Tasik.

Berdasarkan informasi yang radartasikmalaya.com kumpulkan hingga Rabu (1/04) siang, dari 2 posko saja di BKL Indihiang dan Karangresik, tercatat hampir 1000 pendatang masuk Ke Kota Tasik.

Pertanyaan pun muncul, apakah 1000 orang ini statusnya sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP)?

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan Indihiang, Sodik Sunandi, di Posko perbatasan Indihiang mengungkapkan, 800 dari 1000 warga tersebut sebagian besar adalah warga Kota Tasik yang merantau ke wilayah Jabodetabek.

“Mereka langsung kami data secara lengkap dimulai nama serta alamat. Ini sesuai perintah Gugus Tugas Kota bahwa yang datang dari zona merah wilayah Jabodetabek harus didata,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (1/04) siang.

Selain itu, warga pendatang yang akan berada di wilayah kota lebih dari 14 hari juga didata agar tetap terpantau kondisi kesehatannya. Selain nama didata juga di mana dia tinggal.

Data tersebut, terang Sodik, langsung dilaporkan ke Posko Gugus Tugas Kota Tasikmalaya.

“Di Gugus Kota nanti akan diserahkan ke masing-masing kecamatan, kelurahan hingga RW agar terus terpantau,” terangnya.

Sedangkan di Posko Karangresik, menurut Kepala BPBD Kota Tasik, Ucu Anwar, terpantau saat hari pertama pemberlakukan kebijakan itu para pendatang dari Purwokerto, Banjar, Ciamis, dan Pantura (Kuningan, Cirebon, dan Majalengka).

“Di Karangresik terdata hampir 194 orang yang kami periksa. Dan ada beberapa yang tidak kami periksa karena kondisi sudah hampir pagi,” tuturnya.

Sedangkan data dari 6 posko lainnya, jelas dia, masih dikumpulkan pihaknya serta dalam proses entry data di Tim Gugus.

Sekadar diketahui, petugas posko pemersiksaan di perbatasan ini terdiri dari anggota Polantas Polres Tasikmalaya yang melakukan penghentian kendaraan sekaligus ditanya keperluan datang ke Kota Tasikmalaya.

Lalu, ada petugas BPBD, medis, kecamatan, TNI dan relawan. Bagi yang akan menetap lebih dari 14 hari langsung diarahkan ke Posko untuk dicek suhu tubuh serta didata. Tahapan ini melibatkan petugas Puskesmas serta kecamatan setempat. (rez)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.