River Plate 2 (4) vs (5) 2 Al-Ain

Sejarah Milik Si Bos

15
BAHAGIA. Pemain Al-Ain terlihat bahagia usai berhasil lolos ke final Piala Dunia Antar-klub 2018 kemarin.

ABU DHABI – Klub Uni Emirat Arab (UEA), Al-Ain menorehkan sejarah dengan lolos ke final Piala Dunia Antar-klub 2018. Mereka menggilas juara Copa Libertadores, River Plate.

Klub berjuluk The Boss itu mencatatkan rekor menjadi klub UEA pertama yang lolos ke partai puncak Piala Dunia Antar-klub setelah menang adu penalti di semifinal di Hazza Bin Zayed Stadium, dini hari kemarin. Dalam adu tos-tosan itu, Al-Ain menang dengan skor 5-4.

Perebutan tiket final harus diselesaikan melalui drama adu penalti setelah kedua klub bermain imbang 2-2 sepanjang 120 menit. Tuan rumah mencetak dua gol melalui bunuh diri Javier Pinola di menit ke-3 dan gol Caio pada menit ke-51. Sementara sepasang gol River Plate dilesakkan Rafael Santos Borre di menit ke-11 dan 16.

“Itu prestasi yang luar biasa. Hasil terbesar dalam sejarah negara dan Al Ain. Saya bangga menjadi bagian dari kesuksesan ini. Musim lalu, untuk pertama kalinya dalam sejarah kami, bisa memenangkan gelar ganda (Liga Teluk Arab dan Piala Presiden) dan sekarang kami di final Piala Dunia Klub. Ketika berbicara tentang olahraga, itu pasti hal terbesar,” kata Pelatih Al-Ain, Zoran Mamic di Sport 360.

Sebelum pertandingan ini, River Plate yang mengalahkan Boca Junior di final Copa Libertadores dua pekan lalu lebih difavoritkan melaju ke final.

Hal itu tak lepas dari barisan pemain yang mereka miliki. Makanya, Mamic menegaskan sangat bangga mereka bisa membalikkan semua prediksi.

“Saya sangat senang dan bangga. Apa yang terjadi malam ini, itu hal yang luar biasa. Dalam 15 hari, malam ini adalah game kelima. Sungguh luar biasa apa yang dilakukan para pemain malam ini. Ada begitu banyak energi, cinta untuk sepak bola, semangat, dukungan untuk satu sama lain. Tidak bisa dipercaya. Mereka layak menikmati momen ini,” ujarnya.

“Kami menunjukkan bahwa dalam sepak bola segala sesuatu mungkin terjadi, ketika Anda bertarung, saling menghargai, ketika Anda saling mendukung. Sekali lagi, saya sangat, sangat bangga,” sambung sang pelatih yang baru dua tahun memimpin Al-Ain.

Al-Ain selanjutnya akan menghadapi pemenangan semifinal lainnya yang mempertemukan juara bertahan, Real Madrid dan juara Asia, Kashima Antlers. Duel final ini bakal lebih berat, Mamic meminta anak asuhnya tidak larut dalam euforia.

“Hanya untuk malam ini, besok sudah ada pelatihan. Kami punya empat hari untuk pemulihan,” tegasnya.(amr/fin)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.