Sejumlah SMP Negeri di Tasikmalaya Belum Memenuhi Target Rombel

208
0
MENUNGGU PENDAFTAR. Wakil Kepala SMPN 18 Tasikmalaya Bidang Kesiswaan Detdet Yogasuara SPd (kiri) menunggu pendaftar PPDB Kamis (4/7). Saat ini sebaran pendaftar pada PPDB SMP di Kota Tasikmalaya belum merata. Fatkhur Rizqi / Radar Tasikmalaya

TASIK – Meski telah menggulirkan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi, namun sebaran calon siswa pada PPDB sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Tasikmalaya belum sepenuhnya merata.

Sejumlah sekolah yang dikenal favorit masih menjadi incaran pendaftar. Sedangkan sekolah di wilayah pinggiran belum bisa memenuhi rombongan belajar (rombel) yang ditargetkan.

Kepala SMPN 19 Tasikmalaya Tarlin SPd mengatakan, PPDB sistem zonasi ini masih belum merata. Ada sekolah yang sepi pendaftar ada juga yang justru kelebihan pendaftar.

Ia mengatakan, hingga hari keempat PPDB (4/7), SMPN 19 yang beralamat di  Jalan Leuwidahu Indihiang Kota Tasikmalaya  ini baru menerima 145 pendaftar dari 244 kuota yang disediakan.

“Baru terpenuhi empat rombel, butuh empat rombel lagi. Sepinya peminat di sini (SMPN 19, Red), bisa jadi karena masyarakat masih memaksakan kehendak untuk menyekolahkan anaknya ke SMP di kota,” kata dia kepada Radar, Kamis (4/7).

Namun, sambungnya, pihaknya tak berkecil hati. Ia masih mengharapkan adanya lonjakan pendaftar pada dua hari terakhir PPDB. “Insya Allah bisa terpenuhi dua hari mendatang,” ujarnya.

Ia mengatakan, diberlakukannya PPDB sistem zonasi ini bertujuan untuk pemerataan pendidikan dan prestasi. Sebab, model pembelajaran di sekolah umum sebenarnya sama saja. Namun mindset masyarakat masih condong untuk menyekolahkan di sekolah yang dianggap favorit atau berlokasi di pusat kota. “Kalau mencari sekolah berprestasi bisa di manapun. Tergantung motivasi dari siswa itu sendiri,” ujarnya.

Senada dengan Tarlin, Wakil Kepala SMPN 18 Tasikmalaya Bidang Kesiswaan Detdet Yogasuara SPd menjelaskan, siswa baru yang mendaftar di sekolah yang beralamat di Jalan Leuwidahu Kota Tasikmalaya ini masih minim. Dari target 281 siswa, baru tercapai 84 siswa.

Ia mengatakan, setiap tahunnya SMPN 18 memang terbiasa dengan kondisi kekurangan pendaftar. “Hingga hari keempat PPDB, kita masih kekurangan 197 siswa baru. Padahal potensinya besar karena di sekitar sekolah kami ada tiga SD yakni SD Cicariu, Parakanyasag, dan Nagarasari. Tapi kami tidak tahu kemana siswa mereka melanjutkan sekolahnya,” katanya.

Saat ini, pihaknya menunggu pendaftar hingga Sabtu (6/7), terlebih pihaknya sudah melakukan upaya sosialisasi secara optimal ke SD-SD terdekat. “Kami sudah biasa dari tahun ke tahun menunggu limpahan siswa dari sekolah yang kelebihan pendaftar,” kata dia.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tasikmalaya Dr H Dadang Yudhistira SH MPd mengimbau sekolah yang pendaftarnya melebihi daya tampung untuk melapor atau menginformasikan ke Disdik Kota Tasikmalaya. Sehingga nantinya Disdik bisa menyalurkan kelebihan calon peserta didik tersebut ke sekolah lain dalam zonasi yang sama atau terdekat.

“Sesuai aturan, tugas kita adalah menyalurkan, dengan cara menginformasikan sekolah-sekolah yang memiliki kuota. Tapi pilihan semua tergantung pada siswa atau orang tua,” kata dia. Ia mengatakan, sekolah yang masih membutuhkan pendaftar antara lain SMPN 7, 9, 15, 18 dan 19. (mg1)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.