Sekali Seumur Hidup, Tuntaskan!

1

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

DUA puluh tahun lalu kali terakhir saya membela Indonesia lewat tenis di Asian Games Bangkok. Momen pemungkas yang indah karena saya bisa merebut emas tunggal putri.

Mengalahkan andalan tuan rumah Tamarine Tanasugarn 6-4, 6-2. Itu melengkapi capaian medali emas di nomor ganda putri Asian Games 1986 Seoul bersama Suzanna Anggarkusuma.

Juga satu perunggu melalui beregu putri bersama Suzanna dan Sri Utaminingsih di ajang yang sama.

Pada edisi 1990, saya kembali mengamankan emas ganda putri bersama Suzanna. Juga mendulang emas bersama Hary Suharyadi yang kemudian menjadi suami saya di ganda campuran.

Saya berharap sekali capaian itu bisa diteruskan adik-adik saya di Asian Games 2018. Inilah kesempatan terbaik karena kita bermain di negara sendiri. Dengan dukungan penuh para suporter Indonesia.

Bagi adik-adik saya, ini jelas menjadi pengalaman sekali seumur hidup. Berjuang di depan publik sendiri untuk ajang sekelas Asian Games.

Kebetulan, saya menjadi ketua Indonesia Olympian Association (IOA). Kami bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) membakar semangat adik-adik yang menjalani latihan pemungkas dalam sebulan terakhir.

Total, ada 45 orang anggota IOA. Tiap alumnus memberikan motivasi secara langsung di sentra latihan masing-masing. Selama sebulan sejak per tengahan Juli, kami secara panel mengunjungi setiap pelatnas cabor.

Sesekali kami juga mengadakan sesi sharing. Hasilnya, segala keluh kesah dan kendala yang dialami atlet muncul.

Contohnya macam-macam. Untung, adik-adik kita di pelatnas saat ini paham. Dan menempatkan prestasi Merah Putih di atas segalanya.

Selanjutnya, kami juga menyampaikan semua laporan langsung kepada Kemenpora. Dukungan masyarakat Indonesia tentu harus dimaksimalkan.

Dukungan besar itu pula yang tentu tidak saya rasakan saat main di luar negeri. Ini saatnya mencatatkan sejarah di rumah sendiri.

Janji bonus dari pemerintah juga bisa menjadi motivasi lain. Tapi, fokus untuk bisa naik podium dan memberikan medali emas itu yang lebih utama.

Kalau tidak sekarang, kapan lagi? (Disarikan dari wawancara oleh wartawan Jawa Pos Nuris Andi Prastiyo/c9/ttg)

*) Legenda tenis Indonesia,
ketua Indonesia Olympian Association

loading...