Sekda Kabupaten Tasik: Ponpes Harus Punya Ruang Isolasi

904
0
MENJELASKAN. Ketua Harian Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tasik Mohamad Zen diwawancarai soal perkembangan virus corona, Rabu (30/9). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA

SINGAPARNA – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya kembali mengaktifkan pencatatan kedatangan warga dari luar daerah, Rabu (30/9). Hal itu untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

Kebijakan tersebut diambil oleh Pemkab Tasikmalaya karena angka kasus Covid-19 terus mengalami peningkatan setiap harinya.

Baca juga : Kasus Covid-19 di Kota Tasik Nambah Lagi 4 Orang, 33 Diisolasi di Rusunawa 48 di RSUD

Sehingga menjadi kewaspadaan serius semua pihak untuk memutus mata rantai penularan virus corona. Selain itu, pemerintah daerah pun gencar melakukan swab massal untuk memetakan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya.

Sekretaris Daerah (Sekda) yang juga Ketua Harian Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya Mohamad Zen mengatakan, pemerintah daerah kembali mengaktifkan pencatatan kedatangan warga asal Tasik dari luar daerah oleh RT Siaga selain melaksanakan swab massal.

“Seperti Maret-Mei lalu ketika intensitas Covid-19 meningkat, RT Siaga mencatat kedatangan warga kabupaten dari luar daerah hingga sampai 69 ribu. Kita akan mencatat sampai nanti Desember pada momen Pilkada 2020,” ujarnya kepada wartawan, kemarin.

Loading...

Menurut Zen, warga dari luar daerah tersebut akan dicatat nama, kedatangannya dari daerah mana termasuk ketika datang dari zona merah atau mengalami gejala diharuskan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari.

Lanjut dia, pondok pesantren pun diharuskan menyiapkan tempat khusus isolasi mandiri bagi santri asal luar daerah, apalagi berasal dari wilayah zona merah yang terpapar Covid-19.

“Bukan berarti tempat isolasi ini untuk yang terpapar Covid-19, jadi ketika ada santri datang misalnya dari Tangerang, jangan dulu bergabung dengan santri lainnya. Ditempatkan di isolasi dulu untuk menjaga dan mengantisipasi,” terang dia.

Dilakukan hal tersebut, kata Zen, supaya penyebaran kasus Covid-19 ini bisa diputus mata rantainya. Karena tidak akan ada yang tahu apakah seseorang tersebut terjangkit Covid-19 atau tidak.

Adapun kaitan dengan kabar di Pesantren Cipasung, ungkap dia, memang benar ada dewan guru dan santri yang terpapar Covid-19 serta sedang menjalani isolasi mandiri di pesantren. Termasuk ada puluhan yang sudah di-tracking dan kontak erat sudah di-swab, namun hasilnya belum keluar.

“Hal itu sebetulnya memang ada di antaranya yang diinformasikan itu ada dewan guru dan satu santrinya asal Tangerang yang terpapar Covid-19. Akan tetapi disebutkan sejumlah itu, itu tidak ada, belum karena baru kita periksa,” ujar dia.

Kemungkinan, terang dia, ketika santri tersebut pulang ke daerahnya lalu kembali ke pesantren terkena Covid-19. Makanya kepada seluruh pesantren bisa menyediakan ruang isolasi.

“Kita minta kepada masyarakat jangan berstigma semua pesantren tersebut terpapar Covid-19, itu tidak benar juga. Harus dipahami lagi, bahwa isolasi ini untuk mencegah sebelum diketahui hasilnya,” papar dia.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya dr Heru Suharto MMKes menambahkan, bahwa dengan jumlah kasus Covid-19 saat ini kabupaten masih masuk zona orange dengan tetap upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini terus dilakukan, dengan swab massal dan lainnya.

Menurut dia, ketika ada peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya, pemerintah daerah sudah mempersiapkan tempat untuk isolasi di Gedung Diklat ASN Kecamatan Ciawi.

Baca juga : Nyalip Dari Kiri, Pengemudi Motor Terlindas Truk di Kadipaten Tasikmalaya

“Itu ada 150 kamar yang akan kita tata secara bertahap untuk dipersiapkan. Karena kalau kita melakukan isolasi di puskesmas akan mengganggu pelayanan, kalau di gedung diklat kosong, jadi fokus,” papar dia.

Kemudian, lanjut dia, di RSUD SMC sendiri kondisinya sebetulnya masih ada ruangan, tetapi untuk pasien yang kondisi atau gejala berat. Adapun pasien orang tanpa gejala itu isolasi mandiri di rumahnya atau tempat yang disediakan. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.