Sekda Kodir Resmi Huni Lapas Kebonwaru

427

BANDUNG – Berkas Korupsi dana hibah tahun anggaran 2017 yang menimpa Sekertaris daerah (Sekda) dan beberapa pejabat Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya sudah diserahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat Senin (26/11).

Selain itu, semua barang bukti sitaan juga sudah diamankan, sementara para tersangka akan mulai menghuni Rumah Tahanan Kebonwaru.

Sembilan orang tersangka yang terlibat kasus tersebut antara lain Sekda Kabupaten Tasikmalaya Abdul Kodir, Kabag Kesra Setda Kabupaten Tasikmalaya Maman Jamaludin, Sekretaris DPKAD Ade Ruswandi, Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya Endin, PNS di bagian Kesra Kabupaten Tasikmalaya Alam Rahadian Muharam, PNS di Kesra Kabupaten Tasikmalaya Eka Ariansyah. Selain pejabat pemerintah, dua warga sipil bernama Lia Sri Mulyani dan Mulyana, serta seorang petani Setiawan pun ikut ditahan.

Koordinator Kejati Jabar Andi Adika Wira Putra menyebutkan para tersangka akan ditahan selama 29 hari ke depan sesuai dengan kebutuhan penyidik kejaksaan. Setelah berkas penuntutan selesai baru akan dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan. Para tersangka saat ini masih diperiksa di gedung Aspidsus Kejati Jabar.

“Nanti langsung kita tahan di Kebonwaru. Insya allah secepatnya dilimpahkan ke pengadilan,” Kata Andi di Kantor Kejati Jabar, Jalan LL. RE Martadinata, Kota Bandung, kemarin.

Andi yang juga tim ketua JPU dalam kasus tersebut menyiapkan sekitar 15 saksi yang bakal dihadirkan dalam persidangan dalam kasus tersebut. Namun, dari jumlah itu, mantan Bupati Tasikmalaya yang saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum tidak masuk dalam daftar.

Alasaannya, Uu belum terindikasi terlibat dalam kasus dana hibah tersebut. Selama penyidikan, penyelewengan dana yang merugikan negara hingga Rp 3,9 miliar itu berada di tangan Sekda Abdul Kodir dan delapan tersangka lainnya.

Untuk diketahui, dalam kasus ini polisi membongkar kasus dugaan korupsi dana hibah untuk 21 yayasan di Kabupaten Tasikmalaya tahun anggaran 2017. Namun, dalam praktiknya, Yayasan yang diberikan bantuan hanya mendapatkan 10 persen dari total nilai anggaran.

Dari kasus tersebut, masing-masing tersangka menerima keuntungan beragam dari mulai Rp 70 juta hingga paling besar Rp 1,4 M. Sekda Tasikmalaya mendapat keuntungan paling besar.

Direktur Ditreskrimsus Polda Jabar Kombes Pol Samudi menegaskan sudah melimpahkan berkas-berkas barang bukti dan tersangka kasus korupsi tersebut ke Kejati. ”Iya sudah tadi kita serahkan ke Jaksa, tersangka dan barang bukti (BB)-nya. Kita serahkan Senin (26/11) pukul 16.00. Jadi BB dan tersangkanya sudah diterima Jaksa di Kejati,” terang Samudi saat dihubungi Radar, Senin (26/11).

Samudi menambahkan setelah BB dan tersangka dilimpahkan, proses hukum selanjutnya diserahkan ke tangan Kejati Jabar. ”Yang jelas berkas kita sudah lengkap P 21 dan tersangka serta barang bukti sudah diserahkan ke Kejati. Selanjutnya diserahkan kelanjutan proses hukumnya ke kejati,” paparnya. (azs/dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.