Sekda Kota Tasik: Tak Ada Satupun Kadis yang Mau Jadi Staf Ahli, Semua Berminat Jadi Asda

2703
0

BUNGURSARI – Pasca uji kompetensi pejabat eselon II atau kepala dinas (kadis) mengajukan posisi jabatan yang paling diminati. Ternyata kursi Asisten Daerah (Asda) paling banyak diminati para birokrat di lingkungan Pemkot Tasikmalaya.

Ketua Tim Penguji Uji Kompetensi, Drs H Ivan Dicksan menjelaskan pihaknya masih melakukan rekap terkait hasil uji kompetensi. Namun untuk gambaran kompetensi dan minat para peserta sudah dikantongi.

Baca juga : Pemkab Tasik Usulkan Ganti Rugi Tanaman Korban Banjir Rutin di Sukaresik ke Provinsi

“Masih kita rekap dan kaji hasilnya,” ungkapnya kepada Radar, Selasa (18/8).

Dari segi kompetensi kemampuan para pejabat dalam hal manajemen di OPD, kata Ivan, cukup mumpuni. Karena bagaimana pun mereka sudah banyak makan asam garam di dunia birokrat. “Pengalamannya juga kan berpengaruh,” ujarnya.

Soal minat dari peserta, dari sekian banyak posisi jabatan eselon II, kursi Asda paling banyak diminati. Sementara jabatan Asda saat ini dijabat oleh Abu Mansyur (Asda I), Kuswa Wardana (Asda II) dan Asep Goparuloh (Asda III).

Loading...

“Di dinas juga ada, tapi kebanyakan minatnya di asisten,” terangnya.

Beda halnya dengan jabatan staf ahli, yang sama sekali kurang diminati. Karena dari 20 peserta yang ikut, tidak ada satu pun yang berminat menduduki posisi tersebut.

“Enggak ada yang minat di staf ahli, padahal posisinya cukup strategis untuk memberikan masukan kepada pimpinan daerah,” katanya.

Hasil dari uji kompetensi itu, akan menjadi dasar untuk pemetaan rotasi/mutasi/promosi. Namun minat dari pejabat tidak menjadi satu-satunya faktor pertimbangan dalam pergeseran jabatan.

“Karena banyak faktor yang menjadi pertimbangan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) H Asep MP mengaku uji kompetensi tersebut tidak akan berpengaruh pada kinerjanya. Karena pada prinsipnya, sebagai peserta dia memaparkan bidang kerja di OPD yang dipimpin.

“Misalnya soal percepatan mewujudkan sistem pemerintahan berbasis elektronik,” ujarnya.

Soal minat untuk memimpin jabatan eselon II lainnya, hal itu dia akui meski tidak menyebutkan posisi apa yang diinginkan.

Pasalnya, rotasi/mutasi/promosi tidak bisa dihindari dalam dunia birokrasi. “Untuk menambah pengalaman dan penyegaran juga,” terangnya.

Baca juga : Musorkab, KONI Kabupaten Tasik Targetkan 30 Emas di Porprov Jabar

Namun demikian, setiap kebijakan tetap ada pada pimpinan daerah selaku pengambil kebijakan. Di mana pun ditermpatkan, dirinya akan tetap bekerja secara maksimal.

“Mau tetap di Diskominfo ataupun di OPD yang lain, ya itu kita serahkan ke pimpinan,” pungkasnya. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.