Direncanakan Hari Ini Rakor Penanggulangan Bencana

Sekda Tasikmalaya : Anggaran Unlimited, Awas Mark-up!

263

SINGAPARNA – Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya Drs H Abdul Kodir MPd mengatakan anggaran untuk recovery dan bantuan terhadap korban bencana banjir bandang di Kecamatan Culamega, Karangnunggal dan Cipatujah tidak terbatas dan disesuaikan dengan kebutuhan.

“Ya anggaran bantuan bencana ini menyesuaikan kebutuhan atau tidak terbatas. (Apabila di daerah tidak cukup, Redi) itu bisa disambung oleh bantuan dari provinsi dan pusat,” ujarnya kepada wartawan di Halaman Setda Kabupaten Tasikmalaya, Senin (12/11).

Kodir menjelaskan misalnya saat ini ada alokasi anggaran Rp 10 miliar untuk bantuan bencana. Tapi dalam perjalanan anggarannya tidak mencukupi, maka akan dilanjutkan bantuannya oleh pemerintah pusat. Sehingga ada kesinambungan dalam menuntaskan pasca bencana.

Maka dari itu, Kodir akan terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat soal anggaran penanganan bencana. “Untuk saat ini anggaran kebutuhan darurat bencana kami pastikan masih cukup. Sejauh ini kami belum menerima laporan adanya masyarakat yang mengeluh soal bantuan, artinya cukup,” paparnya.

Lanjut Kodir, pihaknya akan segera rapat koordinasi untuk semua kerugian bencana yang menelan korban jiwa ini. Diharapkan bisa muncul secepatnya berapa kerugian yang sesuai atas musibah banjir bandang tersebut. “Termasuk dalam waktu dekat ini Badan Geologi akan segera turun untuk mengkaji soal bencana banjir tersebut. Apakah perlu relokasi warga atau tidak tergantung hasil kajiannya,” paparnya.

Terpisah, Ketua GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Asep Muslim mengapresiasi apabila anggaran untuk bencana tersebut tidak terbatas. Artinya masyarakat akan menerima bantuan layak dengan apa yang dialaminya akibat banjir bandang ini.

“Sebelum menyalurkan bantuan dengan anggaran yang unlimited ini, harus segera menentukan berapa data yang terdampak dan jumlah kerugiannya. Sehingga anggaran tersebut disalurkan dengan tepat sasaran,” ungkapnya kepada Radar tadi malam.

Kemudian, pemerintah juga harus mampu memetakan bantuan-bantuan yang datang dengan baik. Pasalnya, tidak hanya dari pemerintah provinsi dan pusat. Bantuan juga turun dari uluran tangan masyarakat yang terus mengalir. Jangan sampai bantuan itu menjadi mubazir ketika tidak bisa tersalurkan dengan baik.

Melihat kondisi ini, Ansor siap mengawasi bantuan dari pemerintah kepada para korban bencana banjir bandang. Jangan sampai bantuan tersebut disalahgunakan atau tidak tepat sasaran. “Saya minta jangan sampai kasus pemotongan bantuan bencana di daerah lain terjadi di Kabupaten Tasikmalaya. Makanya saya mengingatkan awas mark-up data pada bantuan bencana ini,” tandasnya. (ujg/yfi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.